Kamis, 10 April 2014



Pesawat kepresidenan di Halim (Edo/detikcom)


Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia telah tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Pesawat Boeing Bussines Jet (BBJ)-2 itu dibuat pada 2013.

Berikut spesifikasi pesawat berlogo Garuda seperti yang diterima wartawan pada acara penyambutan pesawat berwarna biru muda dan putih dan seharga US$ 91,2 juta di Base Ops Lanud Halim Perdanakusumah, Kamis (10/4/2014): 

Nama Pesawat: Boeing Bussines Jet 2/BBJ 2.

Mesin: 2 Mesin CFM56-7
Sejarah pesawat: pembuatan dilakukan sejak tahun 2013 (Date Manufacture)

Kemampuan Terbang:
Ketinggian maksimum: 41.000 Feet.
Endurance (Daya Jelajah): 10 Jam.
Kecepatan jelajah maksimum: 0,785 Mach.
Kecepatan maksimum: 0,85 Mach
Jangkauan jelajah maksimum: 4.620 Nm / 8.556 Km

Ukuran pesawat
Rentang sayap : 35,79 Meter
Panjang badan : 38 Meter
Tinggi pesawat : 12,50 Meter

Ukuran lain-lain
Data muat: 4 VVIP Class Meeting Room,
2 VVIP Class (State Room)
12 Executive Area
44 Staff Area


sumber: http://news.detik.com/read/2014/04/10/104451/2550915/10/ini-spesifikasi-pesawat-kepresidenan-ri?991104topnews

Ini Dia Spesifikasi Pesawat Kepresidenan RI

Read More

key: bagaimana mekanisme tata cara kerja proses hitung cepat quick count pemilihan pemilu adalah artinya yaitu


Quick Count adalah sebuah metode verifikasi hasil pemilu, yang datanya diperoleh langsung dari sampel di lapangan. Berbeda dengan teknologi poling, sampel nggak diperoleh dari para responden yang ditanyai satu per satu, melainkan diperoleh dari hasil rekap resmi di lapangan.

Sekedar tambahan, dahulu teknologi ini bukan bernama Quick Count, tetapi Paralel Vote Tabulation atau tabulasi suara pemilih secara paralel. Untuk teknologi yang digunakan para lembaga Quick Count, biasanya menggunakan metode SMS.

Lho, kok, lewat SMS? Dari pada pensaran, langsung saja cek cara kerja Quick Count yang umum dilakukan oleh para lembaga survei di Indonesia.

1. Mempersiapkan perangkat serta sistem pendukung untuk bisa memberikan data secara cepat ke pusat pengolah data lembaga survei yang melakukan metode Quick Count ini. Perangkat ini mulai dari komputer untuk meng-input-kan data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data.

2. Pemilihan TPS sebagai tempat pengambilan data. TPS yang di ambil secara acak berdasarkan pertimbangan jumlah penduduk, jumlah pemilih terbaru, penyebarannya pemilih seperti tersebar dalam berapa kelurahan, dan sebagainya. Singkatnya, proporsional kalau pemilih banyak lokasi sampel (TPS) yang diambil pun banyak serta mewakili karakteristik populasi.

3. Mempersiapkan relawan untuk mengambil sampel dan meng-input-kannya ke sistem data. Jumlah relawan ini cukup banyak untuk mengambil data dari TPS yang telah dipilih.

4. Data yang telah didapat akan diolah di pusat data dengan menerapan ilmu stasistik, dari olahan data inilah lembaga survei bisa menghitung secara cepat siapa pemenang pemilu.

5. Hasil pemilu sudah didapat, nggak lama setalah TPS ditutup. Sekitar empat jam setelah TPS ditutup, hasil pemilu versi Quick Count sudah bisa didapatkan.

Jika kita lihat dari cara kerja Quick Count, kita dapat mengartikan bahwa hasil perhitungan Quick Count bukanlah hasil perhitungan dari seluruh TPS yang melakukan pemungutan suara, melainkan dengan menggunakan prinsip ilmu statistika.

Jadi, lembaga survei yang menyelenggarakan Quick Count ini hanya mengambil sampel dari sekian banyak TPS yang ada dan diambil dari TPS yang memiliki jumlah populasi yang banyak dan berbagi pertimbangan lainnya.

Walaupun hasil hitung cepat instan ini tidak pernah tepat dan pasti, tetapi hasil dari Quick Count (yang diselenggarakan oleh lembaga survei yang capable dan jujur) tidak pernah meleset dari siapa yang memenangkan dari pemilihan umum tersebut.


sumber: http://kask.us/hBVc5

Mekanisme/Cara Kerja Quick Count

Read More

Copyright © 2014 Bukan Isapan Jempol | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top