Senin, 22 April 2013

[TIPS] Membaca Kode Ban & Ukuran Ideal Ban - Pelek





Buat yang demen touring atau bepergian jauh antar kota ke kota naik kendaraan kesayangan kita, tentunya ban jadi barang paling vital soalnya nyawa kita berada di putaran si karet bundar ini. Jangan diremehkan !! Ane mengingatkan bahwa ada baiknya mengganti ban sesaat sebelum bepergian jauh untuk meyakinkan bahwa si karet bundar dalam kondisi sempurna dan siap diajak berjalan jauh.

Apabila ingin mengganti ban dengan merek lain diluar merk pabrikan maka kadang ditemukan kode angka yang berbeda dengan ban bawaan pabrikan. Misalnya, ban berkode 120/90 - 16 67H.

Angka 120 adalah ukuran lebar-dalam satu milimeter-ban. Angka 90 menunjukkan persentase perbandingan antara tinggi ban atau dinding bagian samping ban dengan lebar ban. Jika tertulis 90 berarti 90 persen dikalikan lebar ban yaitu120. Hasilnya tinggi dinding ban adalah 108 milimeter.

Adapun angka 16 adalah diameter pelek yang diukur dengan satuan inci. Artinya, ban tersebut disarankan untuk digunakan pada pelek yang berukuran 16 inci. Bila peleknya lebih besar atau lebih kecil maka akan mengurangi kenyamanan.

Sementara, angka 67 adalah batas beban maksimum yang bisa disangga oleh ban yang bersangkutan. Untuk mengetahui batas maksimum itu, angka tersebut harus dikalikan Load Index (LI), yaitu 4,6. Indeks tersebut ditetapkan secara Internasional.

Jadi, bila tertera 67 berarti 67x4,6=307 kilogram. Itulah, beban maksimum yang masih bisa disangga oleh ban dalam keadaan total motor dan penumpang. Sedangkan huruf "H" adalah kode laju kecepatan maksimum kendaraan yang masih bisa ditoleransi oleh ban.

"H" berarti ban tersebut sanggup diajak melesat 210 km/jam. Kode ini telah ditetapkan secara Internasional dan masing-masing huruf mewakili kecepatan tertentu.

Kode lainnya adalah "Q" menunjukkan ban itu bisa dipakai dengan kecepatan maksimum 160 km/jam, "S" untuk 190km/jam dan "T" untuk 190 km/jam. Profil ban juga bisa diseting sebagain penunjang performa mesin. Hal ini dapat dipilih dari perhitungan akhir diameter total ban saat terpasang.


Untuk lebih singkatnya perhatikan penjelasan berikut :

1. Ukuran Ban
Ukuran ban biasa menggunakan ukuran METRIC dan ukuran INCH.

a. Ukuran Metrix



80 / 90 - 17
80 = adalah lebar telapak ban dalam ukuran mm
90 = adalah prosentase tinggi ban yang dihitung dari lebar ban
Jadi tinggi ban = 120 x 90% = 72 mm
17 = Ring Velg yang digunakan

b. Ukuran Inch


275 - 17
275 = adalah lebar telapak dan tinggi ban dalam ukuran mm.
17 = Ring Velg yang digunakan


2. Tread Wear Factor

treat wear factor:


Indikator ke ausan ban. Jika ban sudah mencapai indicator ini ban sebaiknya lekas diganti

3. Tube/Tubeless

tubeless:


Type ban menggunakan ban dalam atau tubeless

4. Lot Number
number:


Lot number produksi ban 2607artinya ban diproduksi pada minggu ke 26 (2 digit pertama) pada tahun 2007 (2 digit terakhir)

5. Speed Symbol & Load Index

speed & load index:


41P
41 = dilihat pada table pertama maksimum load yang disarankan 145kg
P = dilihat pada table 2 batas maksimum yang disarankan 150km/jam


index beban dan kecepatan roda dua:



index beban dan kecepatan roda empat/lebih:



6. Rotation

rotation:


Indikator arah berputar ban semestinya

7. Maximum Load

maximum load:


Maksimum load yang dianjurkan. 160kg beban maksimum dengan tekanan ban 33Psi pada kondisi dingin


Prinsipnya, makin kecilnya diameter total ban luar, akselerasi bawah hingga menengah jadi ikut terdongkrak. "Jangan tunda dan jangan remehkan urusan ban ini" 


sumber: http://kask.us/g9b1n






2 komentar:

  1. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

    kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!mobil sport 2014

    BalasHapus
  2. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Lamborghini Huracan

    BalasHapus

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!

Copyright © 2014 Bukan Isapan Jempol | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top