Senin, 31 Desember 2012

Teknologi-teknologi Pengendalian Banjir




Tinggal dimana saja udah pasti bisa kena banjir, tergantung bagaimana kita hadapin alam dan lingkungan dengan cara menerapkan teknologi pengendalian banjir. Ga mungkin kan kita berharap hujan ga akan pernah datang-datang. Hujan Salah ga hujan kepanasan...Dasar Manusia...

Spoilerfor Agroforestry


Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan (usahatani ) yang mengkombinasikan pepohonan dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan. Pada sistem ini, terciptalah keanekaragaman tanaman dalam suatu luasan lahan sehingga akan mengurangirisiko kegagalan dan melindungi tanah dari eros i ser ta mengurangi kebutuhan pupuk atau zat hara dari luar kebun karena adanya daur-ulang sisa tanaman.

Spoilerfor Areal Peresapan Air Hujan


Metode pembuatan areal peresapan air hujan merupakan koreksi perkembangan akhir-akhir ini dimana permukaan tanah pekarangan baik di perkotaan, pinggiran meupun pedesaan dilapisi dengan concrete paving block (konblok) yang dipasang rapat (Gambar 1a) atau dengan plesteran dari semen dan pasir. Hal ini berdampak pada penurunan koefisien resapan air hujan ke dalam tanah.

Oleh karena itu perlu dilakukan koreksi dengan cara menutup perkerasan tanah dengan rumput atau bila diperlukan perkerasan dapat menggunakan porous paving block atau grass block (gambar 1b). Grass block dapat dipakai pada areal parkir, areal untuk pejalan kaki dan sebagainya.

Spoilerfor Penetapan Daerah Konservasi Air Tanah


Pemerintah dan masyrakat dapat mengusahakan suatu kawasan atau wilayah tertentu yang khusus diperuntukan sebagai daerah pemanenan air hujan (peresapan air hujan) yang dijaga diversifikasi vegetasinya dan konstruksi apa pun tidak boleh dibangun di atas areal tersebut.

Untuk keperluan ini harus dipilih daerah yang mempunyai peresapan tinggi dan bebas dari kontaminasi polutan. Konsep ini belum banyak dikenal di Indonesia, maka setiap daerah perlu segera mencari lokasi atau kawasan yang dapat dikembangkan menjadi cagar alam resapan air hujan ini.

Spoilerfor Lubang Galian Tanah

Lubang Galian Tanah atau ‘Jogangan’ adalah lubang pada tanah pekarangan dengan ukuran berkisar 1 m x 1 m x 1 m atau 1 m x 2m x 1,5 m (Gambar 1). Selain untuk peresapan air hujan, ‘jogangan’ juga berfungsi untuk menanam pohon penghijauan atau pembuangan sampah organik yang skelaigus dapat berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah pekarangan.

“Jogangan’ dari buis beton (Gambar 2) umumnya dibuat tiga buah. Dua buah untuk pembuangan sampah organik secara bergantian dan lainnya untuk mengumpulkan sampah plastik, alumunium, gelas, dan metal (anorganik). Setelah penuh, sampah organik dapat ditimbun dengan tanah dan nantinya digali sebagai pupuk, sedangkan sampah anorganik bisa dijual. Upaya ini sekaligus dapat berperan sebagai pengelolaan sampah pedesaan.

Spoilerfor Lubang Resapan Biopori

Lubang resapan biopori (LRB) adalah lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman sekitar 100 cm atau jangan melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang diisi sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori. Biopori adalah pori berbentuk liang (terowongan kecil) yang dibentuk oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.

Spoilerfor Modifikasi Lansekap

Modifikasi lansekap untuk memanen air hujan sedang banyak dikerjakan di beberapa negara maju, seperti di Kanada, Jerman dan Jepang. Salah satu caranya adalah mengganti jaringan drainase suatu kawasan dengan cekungan-cekungan di berbagai temoat (modifikasi lansekap), sehingga air hujan akan tertampung di lokasi cekungan tersebut. cara modifikasi lansekap ini ternyata dapat menekan biaya konstruksi jaringan drainase suatu kawasan lebih dari 50 persen.

Di Indonesia, metode ini secara tradisional sebenarnya sudah berkembang. Masyarakat “memodifikasi lansekap” mereka dengan membuat parit-parit kecil dan cekungan-cekungan dangkal di pekarangan mereka untuk keperluan perikanan atau pengawetan kayu / bambu, sekaligus sebagai ornamen kebun pekarangan.

Spoilerfor Sumur Resapan


Bangunan sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.

Sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. Sasaran lokasi adalah daerah peresapan air di kawasan budidaya, permukiman, perkantoran, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum lainnya.

Spoilerfor Tanggul Pekarangan

Masyarakat pedesaan di Indonesia sampai saat ini masih mempunyai metode menanggulangi erosi pekerangan dengan membuat “tanggul pekarangan rendah” setinggi 20 – 30 cm dari susunan batu kosong, batubata, genteng bekas, dan tanaman mengelilingi pekarangan mereka (Gambar 1 dan Gambar 2).

Metode tersebut telah banyak dilakukan di daerah Magelang dan Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, dan Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Konstruksi ini ternyata juga berfungsi sebagai pola memanen hujan karena limpahan air hujan akan tertahan dan meresap di areal pekarangan, dan tidak langsung mengalir ke sungi, sehingga dapat menjamin sumur di sekitarnya tidak kering.

Pagar Pekarangan

Disamping tanggul pekarangan, masyarakat juga biasa membangun pagar pekarangan (Gambar 3). Pagar pekarangan ini selain berfungsi sebagai pembatas rumah dan estetika sekaligus dapat menahan dan meresapkan air hujan. Perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah sub -urban dan pedesaan mengenai keterkaitan antara pagar pekarangan dan upaya memanen air hujan.


Quote:
Mungkin itu beberapa tekhnologi yang bisa kita terapkan, ane cuma ngutip yang simple2 aja gan, tapi kalau agan mau liat yang lebih banyak agan bisa chek di SUMBER berikut.


sumber: http://kask.us/gZJGg

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!

Copyright © 2014 Bukan Isapan Jempol | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top