Sabtu, 20 Oktober 2012

Tidak Punya Akun Facebook, Seorang Mahasiswa Ditangkap!?




Gara-gara tak memiliki akun Facebook dan akun jejaring sosial lain seperti Twitter, seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi ternama ditangkap oleh pihak kepolisian dengan tuduhan tindakan sosial menyimpang.


Mahasiswa jurusan Teknik Informatika yang diamankan polisi ini bernama Karunia Pramdana saat ini tengah menjalani pemeriksaan psikologis dan kemungkinan besar harus menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit jiwa terkait tindakannya yang di nilai menyimpang dan bisa disebut sebagai psikopat.

Tindakan menyimpang yang dilakukan pemuda berusia 22 tahun tersebut ternyata telah lama diketahui oleh tetangga, dosen dan teman-teman kuliahnya sejak beberapa tahun terakhir ini. Menurut laporan, Karunia Pramdana sering melakukan “tindakan yang tidak normal” atau “tindakan yang menyimpang”.

Karunia juga diketahui menggunakan ponsel secara tidak wajar, dia sering mengirimkan SMS dan telepon menggunakan ponselnya. Tak seperti kebanyakan pengguna ponsel normal, Karunia tak pernah menggunakan Aplikasi pada ponsel, bahkan ia tak pernah menggunakan ponselnya untuk chatting, sosial media dan juga memutar musik.

“Saya hanya menggunakan ponsel ini untuk mengirim SMS dan telepon saja,” jawab Karunia ketika ditanya mengenai perilaku menyimpang dalam menggunakan ponsel.

Tak hanya itu, perilaku yang paling menyimpang dari Karunia Pramdana adalah Karunia sama sekali tidak memiliki akun sosial media seperti Facebook, Twitter dan aplikasi instant messaging seperti WhatsApp atau BBM.

Karunia tak pernah mau untuk mendaftarkan diri di situs jejaring sosial Facebook atau Twitter dan melakukan update status setiap saat layaknya orang normal. Perilaku Karunia yang tak mau mendaftar di jejaring sosial ini dinilai sangat menyimpang dan membuatnya tak banyak memiliki teman.

Karunia pun tak pernah melakukan kegiatan yang normal seperti tawuran apalagi merusak fasilitas umum. Karunia juga tidak pernah ugal-ugalan dengan motor Bebek 1000cc milik ayahnya, ia lebih suka menggunakan sepeda.

Tak hanya menggunkan ponsel saja yang menyimpang, bahkan Karunia tidak mau menggunakan komputer tablet layaknya orang normal, ia lebih suka menggunakan komputer desktop. Komputernya pun hanya digunakan untuk mengetik tugas kuliah dan bermain Solitaire.

“Saya hanya pakai komputer untuk mengerjakan tugas kuliah. Saya juga bermain game di komputer, game yang sering saya mainkan adalah Solitare, Minesweeper atau Pinball,” ujarnya.

Polisi telah mengorek keterangan orang tua korban dan mereka mengakui bahwa Karunia memiliki perilaku aneh dan menyimpang. Nani, ibu Karunia mengatakan pada polisi bahwa isi komputer Karunia hanya tugas kuliah dan modul materi kuliah saja, dan tidak ditemukan sama sekali foto porno atau film porno, hal ini yang membuat Nani semakin khawatir.

“Nilai kuliah Karunia A semua, berbeda dengan mahasiswa normal lain yang biasanya cukup puas C atau D. Karunia juga tak pernah absen kuliah meski hari libur dan yang membuat saya makin khawatir adalah di komputer anak saya sama sekali tak ada foto atau film porno, ini sangat tidak normal dan menyimpang,” kata Nani, ibu Karunia sambil menangis.

Ayah Karunia sendiri telah berjuang mengubah perilaku anaknya agar kembali normal dengan menyediakan koneksi internet 1GBps dari Google Fiber agar anaknya dapat men-download film porno dengan cepat dari internet, ia juga telah memasang hardisk berukuran 4TB untuk menyimpan fim-film porno, namun Karunia tak pernah mau melakukanya.

Pakar psikologi ternama, Nurma Bareng, mengatakan bahwa perilaku menyimpang yang dilakukan oleh Karunia Pramdana ini adalah ancaman bagi budaya alay di masyarakat jika ini dibiarkan.

“Pasien seperti Karunia ini sangat berbahaya bagi budaya alay dan sosial media yang ada di masyarakat. Karunia tak melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh masyarakat. Ia menyimpang dan ia akan menjadi psikopat,” kata Ronald Gedebus, menanggapi kasus Karunia.

Akhirnya Karunia Pramdana pun dibuang ke sebuah pulau tak berpenghuni selama 20 tahun agar dia merenungi tindakannya yang dinilai menyimpang.



Sayangnya, berita diatas hanyalah fiktif belaka, tokoh dan nama yang tercantum diatas adalah fiktif. Artikel ini hanyalah sedikit lelucon mengenai berkembangnya budaya sosial media seperti Facebook dan Twitter serta budaya alay dikalangan remaja.

Artikel ini juga mambawa lelucon mengenai tren geng motor yang terlihat garang meski hanya menggunakan motor bebek dan juga kasus tawuran yang saat ini ramai dibicarakan.

dr sumber
sastrality.com/2011/06/tidak-punya-akaun-facebook-mahasiswa.html | http://indonesiaindonesia.com/f/130952-punya-akun-facebook-mahasiswa-ditangkap/

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!

Copyright © 2014 Bukan Isapan Jempol | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top