Minggu, 07 Oktober 2012

5 Kemajuan BESAR Indonesia Yang Tidak Pernah Di-Blow-Up Media Massa!!


Kriminalitas di mana-mana, fastfood menghantui setiap rumah tangga Indonesia, seks bebas dan pornografi merajalela, politik semakin kacau, demonstrasi semakin rusuh, dan jutaan kegilaan lainnya setiap hari terpampang di layar kaca dan lembaran koran. Yeah, baby, kalau kita mengamati apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini melalui semua yang di blow-up media massa, sepertinya Indonesia sudah menjadi bangsa barbar yang super rusuh. Hell, twitter dan FB pun isinya kekacauan melulu. Mau dibawa kemana bangsa ini????

Gw sangat ingin melawan keinginan bikin joke tentang Armada Band di sini. Tapi,, tapi,, sorry guys….
OK, kita buang lagunya Armada dan beranjak serius. Sebenarnya ada beberapa fakta dan hal penting yang tidak pernah di blow up oleh media massa tentang kemajuan-kemajuan besar yang dicapai Indonesia. Maka di suasana yang masih berbau kebangkitan nasional ini (20 Mei, in case you’ve forgotten it), kami dengan senang hati memberitakannya kepada Anda. Kemajuan-kemajuan besar seperti…..

5. Kita benar2 lebih sehat sekarang

Kalau kita lihat di berita-berita tentang maraknya seks bebas (yang diklaim meningkatkan resiko AIDS dan beberapa penyakit lainnya), meningkatnya kasus penyakit aneh2: kanker, jantung, dan diabetes, harga obat dan rumah sakit yang semakin menggila, dll, wow! Sepertinya Indonesia benar2 sedang diuji kesehatannya oleh Yang Maha Esa. Hell, ga usah lihat media massa lah, jalan sedikit keluar rumah 100 meter aja, pasti kalian akan menemukan restoran atau warung cepat saji, entah yang internasional seperti McDonalds sampai yang lokal seperti MakDinar.

And this one. Beberapa pembaca berbahasa Jawa mungkin akan melihat ini sedikit……porno.
Kondisi yang mengakibatkan banyak orang menengok ke masa lalu dan berkata, “Aduh sekarang semua makanan nggak bener banget ya, coba itu orang2 jaman dahulu di desa2. Makanannya sehat, tanpa pengawet, hidup sehat sampai tua. Kalau makan fastfood terus, mau dibawa kemana kesehatan bangsa ini ya Tuhaaannnn?????”

The beautiful facts:

Mari kita mulai dari yang paling sederhana. Apa indikator utama kesehatan masyarakat? Kalau Anda menjawab “angka harapan hidup!” berarti Anda benar. Dan tahukah Anda seperti apa harapan hidup masyarakat Indonesia sekarang?
Meningkat 35% (18 tahun)dari tahun 1970. Yep. Tahun 70-an di mana semua dibilang masih ‘tradisional’ dan ‘sehat’. Saat Roy Marten dan Achmad Albar masih ganteng, belum kenal sama narkoba (atau belum ketahuan).

Sehat wal’afiat dengan bekas kecupan di dada!
Coba aja lihat di sini. Tahun 1972 angka harapan hidup Indonesia hanya 52 tahun dan sekarang sudah mencapai 70 tahun. Harapan hidup adalah rata-rata jumlah tahun hidup manusia di suatu daerah tertentu. Jadi rata-rata orang Indonesia bisa hidup sampai usia 70 sekarang.

Thus a new generation of supergrandpa is born.
Dulu, dengan harapan hidup 52 tahun, jika kakek Anda meninggal di usia 80, another poor bastard over there mati muda di usia 24 tahun, dan itu berlaku bagi semua orang.
Kenaikan ini berlangsung stabil dari tahun ke tahun sampai sekarang. Tahun 2012 ini harapan hidup manusia Indonesia secara statistik diperkirakan 72 tahun. And it’s not just for adults, angka kematian bayi juga menurun drastis, kematian bayi dan balita rata-rata turun sekitar 50%.
Kenapa bisa begini? Well, mungkin kita lupa bahwa dulu rakyat kita kekurangan gizi, obat-obatan, dan perawatan medis. Kita tidak bisa bilang ‘orang dulu makan tempe makanya sehat-sehat’saat sebagian besar orang tidak mampu membeli tempe dan makan jagung tiap harinya, apalagi kalau kita berpikir tentang perawatan medis dan obat.

Sekarang,obesitas malah menggila di tanah air, termasuk di keluarga miskin
Kalau kalian bilang sekarang orang2 mati karena kanker dan penyakit lainnya, well, pernahkah terlintas di kepala kalian kalau penyakit yang sekarang sudah biasa dan dapat disembuhkan dengan mudah, pernah menjadi momok bagi orang-orang jaman dulu? Penyakit-penyakit yang sekarang hampir sudah tidak pernah menghantui masyarakat Indonesia karena meningkatnya gizi, sanitasi, akses rumah sakit dan obat, imunisasi, dll. Kalian sudah jarang mendengar kasus beri-beri, busung lapar, polio, TBC dan campak penyebab kematian, dll, kan?
Penyakit-penyakit tersebut pernah menjadi momok di Indonesia dulu karena sifatnya yang infeksius (menular). Kalau teman sekelas Anda kena TBC (yang sudah berkurang separuhnya sekarang), well, pilihan Anda hanyalah berdoa lebih giat agar tidak ikut kena. Sekarang, kalau Anda kena diabetes atau penyakit ‘modern’ lainnya karena minum es teh manis 5 gelas tiap hari, keluarga Anda tidak akan tertular, kecuali jika semua melakukan kebiasaan minum es teh segalon seperti Anda. It’s a big difference. Dulu saat penyakit2 menular ganas menular masih merajalela kamu tidak punya pilihan untuk tidak sakit dan mati. But not now.

Ada perbedaan besar di mati kekurangan gizi dan mati kebanyakan minuman dewa.
Lagipula, berbicara tentang penyakit masa kini, tahukah Anda bahwa penderita 8 penyakit paling berbahaya di Indonesia, yaitu demam berdarah, malaria, campak, dan bahkan AIDS menurun hingga 66.43% dari jumlahnya di tahun kemarin?
Kenapa berita ini tidak pernah di blow-up media massa? DUIT. Membuat berita yang negatif lebih menguntungkan dan menaikkan oplah daripada berita positif. And people loves money.

Kami yakin masyarakat lebih tertarik membaca berita ini daripada website gila ini.

4. Kriminalitas menurun

“Itu Pak Hansip, coba lihat deh, pemerkosaan, pencurian, perampokan, penodongan bahkan penembakan merajalela. Supir angkot udah pada berani merkosa dan ngebunuh penumpang. Perampokan bank udah kayak film Hollywood. Tembak2an pake senjata otomatis. Gila ini dunia!”

Come here Hollywood! We’re the new Wild West!

The beautiful facts:

Angka kriminalitas menurun setahun terakhir ini di Indonesia. Sejak tahun 2009 kriminalitas tidak meningkat, dan sejak 2010 jumlah kriminalitas menurun sampai 10% lebih di negara kesatuan republik tercinta ini. Resiko penduduk terkena tindak pidana menurun 10% juga pada tahun 2011 kemarin.Bahkan Jakarta yang katanya sudah menjadi Sin City mengalami penurunan angka kriminalitas, walaupun tidak sesignifikan daerah lainnya.
We know, we know, pasti banyak yang bilang, “Oi itu datanya ga bener tuh, kan ada tuh tindak kekerasan oleh warga sipil atau ormas yang tidak dimasukkan ke dalam daftar “kriminalitas” oleh Pak Polisi, atau dimasukkan tapi dikecilkan, dalam arti yang ditahan jumlahnya hanya sedikit!”

Yah, kadang2 polisi memang harus dibantu memutuskan apakah ini kriminalitas atau bukan
Well, kita memang tidak menutup mata bahwa kadang-kadang ada. Tapi biasanya sih selalu ada yang ditahan.Tapi sebenarnya yang seperti itu juga sudah terjadi dari dulu jaman baheula. Nggak semua kerusuhan dikategorikan sebagai tindak kriminal, biasanya ya untuk melindungi kelompok atau pihak tertentu, atau untuk ‘menjaga ketertiban yang lebih luas’. In that case, kemelencengan data bisa kita anggap sama lah dari tahun ke tahun.
Dengan anggapan seperti itu, kalau kalian melihat data dari BPS untuk tahun2 sebelumnya, angka kriminalitas Indonesia sekarang, yaitu 296.146, belum pernah dicapai sejak tahun 2007. Yup, Anda tidak salah membaca. Angka kriminalitas belum pernah sekecil ini sejak 2007, angka sekarang ini malah cenderung mendekati angka kriminalitas tahun 2005.

Seneng kan, Pak? Jarang2 lho kami memuji pemerintahan Bapak.
Semua ini bisa terjadi, kemungkinan, karena turunnya angka pengangguran di Indonesia. Seperti yang kalian tahu, pengangguran menciptakan kemiskinan yang pada akhirnya menciptakan kriminalitas. Kalau pengangguran turun, efek dominonya juga sama, yaitu turunnya kriminalitas.
Yah, walaupun standarnya masih agak aneh, seperti yang kami ulas sebelumnya, kita tidak dapat memungkiri bahwa pengangguran jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan dalam kasus khusus, sebenarnya kita sudah lebih baik dari beberapa negara Eropa dalam hal pengangguran. Di beberapa negara di Eropa, 1 dari 5 orang sudah menganggur, thanks to greed and high labor cost.

Mungkin ini saatnya Spanyol memulai population control menggunakan jasa banteng untuk mengurangi pengangguran.
Untuk menjelaskan permasalahan, seriously, kami tidak sedang mengatakan bahwa Indonesia sudah aman, seperti kami tidak mengatakan bahwa Indonesia sudah sehat, kami hobi juga kok menjelek-jelekkan Indonesia. Kami hanya ingin mengatakan bahwa kita tidak sedang dalam proses panjang untuk menjadi negara yang gagal.
Bahwa di beberapa sisi, Indonesia benar-benar membaik. Terutama di poin berikut ini……

3. Ekonomi benar-benar membaik

Orang miskin di mana2, hidup semakin susah, harga terus naik sedangkan penghasilan tidak. “Pakar-pakar” mengutuk kemiskinan, tokoh2 mengatakan pemerintah gagal mengatasi kemiskinan. Gila, dulu bensin harganya lebih murah dari aqua. Sekarang? Udah mahal, sering langka pula. Apa-apaan ini?
Bahkan sekarang banyak sekali reality show yang mengeksploitasikemiskinan. Gampang banget orang2 disuruh sok berakting sedih dan prihatin dengan imbalan beberapa ribu rupiah. Orang-orang lain juga suka sekali menontonnya karena mereka merasa itu menunjukkan potret kehidupan mereka juga. Mana ada ekonomi membaik?????

Ya ampuuunnn menyedihkan banget iniii ya Alloooh,, mengharukan,, We want more! We want more!

The beautiful facts:

Well, walaupun kita pernah juga membuat artikel tentang standar kemiskinan dan pengangguran yang aneh, tapi kita tetap tidak dapat memungkiri bahwa perekonomian Indonesia semakin membaik.
Apakah Anda tahu bahwa jika dihitung sejak tahun 1970, pertumbuhan Indonesia adalah yang ke4 tercepat di dunia?
Yeah, baby, Indonesia menempati peringkat ke 4 pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia tercepat di dunia, di bawah Oman (yang jelas2 kaya minyak), Cina (nuff said, 1.5 billion strong country with enormous land and resources), dan Nepal (yang isinya emang orang2 jantan).

Kemajuan dipastikan saat Anda hanya membutuhkan pisau kukri untuk melawan senjata otomatis.
Dengan kecepatan ini, Indonesia bahkan berada di atas India, the 1 billion strong country with enormous land and resources.  Hell, secara ekonomi, Indonesia juga yang tercepat ke3 di G20, yang berisi negara-negara berkembang terbesar di dunia. Dan dalam goncangan krisis global, ekonomi Indonesia justru meningkat paling cepat sejak tahun 1990an. Mantab!
“Ah gituan sih jaman Pak Harto juga kita cepet Sip, malah pernah lebih cepet dari itu”
Yeah, smartass, lihat grafik di bawah ini.
Itu adalah grafik kesehatan utang luar negeri kita dalam persen (sumber: Bank Indonesia). Yang merah adalah perbandingan jumlah utang terhadap total ekspor kita, hijau perbandingan jumlah utang terhadap total produk domestik, dan yang biru perbandingan pembayaran pinjaman terhadap ekspor.
Bagian punuk puncak dari 3 grafik itu adalah ketika krisis 1998 melanda, sehingga utang membengkak, jadi ga bisa dijadiin perbandingan (walaupun sebenernya itu salahnya Old Harto juga). Tapi coba lihat setahun sebelum krisis (awal mula grafik). That’s when your favorite dictator is still in f***in power, still drinking Tequila or something peacefully. Saat kalian semua masih merasakan “manisnya” orde baru.

Enak ya cerutu. Bisa beli nggak lu?
Nah, angka di situ, kalo dibandingkan dengan sekarang, dulu semuanya hampir 2x lipat!
Yang berarti, dulu pertumbuhan ekonomi terasa cepat karena semuanya dibayar dengan UTANG. Dengan utang yang besarnya jauh lebih besar dari uang yang kita punya. Tapi sekarang rasio utang kita terhadap apapun turun sampe setengahnya, yang berarti dibanding kekayaan pribadi, jumlah utang rakyat Indonesia berkurang setengahnya. Only insane people and opposition parties will say that it is not a big improvement.
Bahkan sekarang rasio utang kita terhadap produk domestik bruto jauh lebih baik dibandingkan negara-negara “maju dan kaya” seperti Spanyol, Italia, dan negara2 Uni Eropa lain yang rasionya sangat besar. Negara gila Yunani bahkan rasionya sampai 160%That’s about 6 times shittier than us, Pal.

Bahkan Leonidas dari Sparta sampai hijrah ke Indonesia potong jenggot dan bikin band demi sesuap nasi
Kita tidak tahu kenapa media tidak pernah mem-blow-up berita besar ini, padahal berita di luar negeri penuh dengan pujian tentang melesatnya ekonomi Indonesia ditarik Gundala Putra Petir. Mungkin erat kaitannya dengan kepemilikan suratkabar yang didominasi partai2 oposisi dan “oposisi dalam selimut”. Ah, tapi, kenapa jadi ngomongin politik, sih? Ah, sori pembaca, jangan jadi dibawa ke ranah politik, ah, sori pembaca, jangaaaannnnn!!!!

2. Dunia perpolitikan semakin membaik

OK OK, kami yakin di antara pembaca2 kami yang budiman pasti akan lari ke politik ujung2nya. Protes tentang bagaimana sekarang dunia perpolitikan Indonesia semakin carut-marut. Wakil rakyat yang urakan dan tidak becus, pemerintah yang “tidak berani” melakukan apa-apa, tingkah polah parpol dan calon-calonnya yang semakin nggak jelas, dll. OK, kami akan mengikuti keinginan Anda untuk membahas keadaan dunia politik Indonesia.
Well, pasti ada pembaca yang membandingkan keadaan sekarang dengan waktu Orde Baru dulu, saat semuanya aman, damai, tidak ada yang berani macam2, dll. Sekarang semua seperti bertindak terlalu bebas. Dunia politik Indonesia itu belum pantas diberi kebebasan! Masih banyak orang dungu yang harus diperintah dengan tangan besi seperti di masa Pak Harto. Stabil! Tenang! Semua terkendali!

Nak, begini caranya mengurusken“pembangkang”.

The beautiful facts:

Well, memang Orde Baru sepintas seperti aman tenteram stabil dan terkendali. Tapi apa yang terjadi saat pemerintah melakukan korupsi atau mengeluarkan kebijakan kontroversial yang t***l? Well, dude, have you ever been able to say “No” to the government that time?
Saat pemerintah mengeluarkan uang yang sangat besar untuk membangun perusahaan pesawat gila yang selalu merugi dengan gilanya, saat pemerintah memutuskan mensubsidi “mobil (yang cuma bermerek) nasional”, dll, bisakah dulu kita memprotesnya? Walaupun 500% orang Indonesia yang berotak tahu bahwa itu bodoh? Anda bisa tiba2 dibungkam kalau mengeluarkan pemikiran kritis tentang pemerintahan. Ada yang berani ngomong jelek tentang Pancasila, ditangkap; ada yang berani memprotes pemerintah, di-dor; ada yang mencoba ngomong tentang mengganti dasar Negara? Bisa hilang doi bersama 7 turunan keluarganya tak berbekas.

Banyak lho yang masih hilang.
Semua kebobrokan juga ditutupi dengan mulusnya oleh pemerintah. Kalau ada yang berani mengungkit2, siap2 dibungkam juga, seperti kata menteri favorit kalian semua Dahlan Iskan, “Jaman Pak Harto atasnya mulus tapi bawahnya?”
Tapi sekarang, semua orang bisa mengamati, mengkritisi, bahkan menolak dan menjungkirbalikkan keputusan pemerintah. Mau bukti? Kemarin!
Baru saja rakyat Indonesia menolak sesuatu yang sepenting “kenaikan harga BBM” yang diusulkan pemerintah.For God’s sake! Mana ada dulu keputusan yang sangat penting seperti ini bisa “ditolak” oleh rakyat.
Nah, yang BBM memang masih rusuh kemarin, ada pertumpahan darah di sana. Tetapi lihat yang masalah kewajiban jurnal ilmiah bagi anak S1 kemarin. Setelah dikritik bertubi-tubi dimana-mana, termasuk di sini, hanya dalam 1 bulan keputusannya diubah menjadi “dianjurkan” saja. Hanya dengan pena dan kata2. No blood spilled! How’s that??

Keyboard lebih tajam daripada pedang
OK OK, sebelum kalian semua mencaci maki kami di komentar di bawah dengan kata2 kotor maupun bersih, perlu kami tegaskan (dan kalian baca) bahwa ini cuma perumpamaan, jangan ngamuk dulu soal yang BBM tadi. Kita tahu ga semua rakyat mendukung, kami sendiri ga setuju BBM ga jadi naik kok.
Yang mau kita tekankan di sini adalah, kemampuan rakyat banyak untuk berdiskusi dengan pemerintah.
Pada akhirnya rakyat yang demo lebih banyak yang memilih itu, jadi partai-partai merasa perlu mengakomodasi suara rakyat itu. Dan ya, kita juga mengerti bahwa partai2 itu mungkin menolak kenaikan karena ingin menarik simpati rakyat. Sekilas memang terlihat seperti menjilat rakyat. Tapi bukankah itu adalah inti dari demokrasi itu sendiri? Paling tidak sekarang partai politik ikut mengikuti apa yang diinginkan rakyat banyak (walaupun mungkin masih terpaksa) dan mengambil keputusan berdasarkan itu.

Walaupun kami tidak yakin di masa depan akan ada partai yang mendukung kedatangan orang yang diinginkan rakyat banyak ini…..
Di negara lain juga sama sebenarnya. Kita lihat kemarin Obama baru saja hampir gagal memutuskan reformasi kesehatan karena terganjal partai oposisinya. Padahal isi dari reformasi kesehatan tersebut adalah peningkatan subsidi kesehatan bagi rakyat kecil. Wow! Kok begituan bisa ada yang nolak sampai hampir gagal ya? Tapi ya itulah demokrasi. Semua orang punya kepentingan. Tapi kalian lihat kan, akhirnya reformasinya tembus. Yang benar akhirnya menang; yang waras akhirnya menang.
Well, sekali lagi, kami tidak sedang berkata bahwa demokrasi Pancasila sudah menjadi sesuatu yang sempurna, mantap dan merasuk dalam sanubari rakyat Indonesia. Kami hanya mau berkata, bahwa demokrasi Pancasila tidak sedang terjun bebas ke jurang kegelapan bulu ketiak Hades, bahwa demokrasi Pancasila hanya sedang dalam proses pendewasaan diri, seperti manusianya yang sedang dalam proses pendewasaan diri.
Which brings us to the next point…….

1. Manusia Indonesia tidak sedang terjun ke jurang barbarism.

“OK boshansip, kami mengerti maksud Anda, tapi coba lihat deh sekarang banyak tindakan main hakim sendiri, mulai banyak orang yang mempromosikan kekerasan sebagai solusi, tokoh egois, rakyat mulai masuk ke jurang vandalisme, pokoknya mulai banyak orang yang terlalu bebas ngapa2in. Demi 2 buah biji Dewa Zeus yang berpetir gemerlapan, ini bukti bahwa manusia Indonesia sudah terdegradasi mulai menjadi binatang barbar!”

The beautiful facts:

Nah, ini sejalan dengan poin sebelumnya tentang demokrasi.
Kalau kalian berbicara tentang kebebasan yang berlebihan, yah, memang demokrasi akan membebaskan orang untuk menyampaikan apapun. Semua orang berhak menyampaikan pendapatnya, karena itu adalah hak asasi. Di satu sisi memang semua orang jadi seperti bebas ngapain aja, tapi sadarkah kalian bahwa, pada akhirnya, rakyat juga bebas memilih apa yang mereka mau? Bahwa rakyat bisa memilih mana yang baik bagi mereka secara bebas dalam demokrasi ini. Rakyat yang semakin pintar akan semakin memilih pilihan yang baik pula.

Walaupun kadang2 ada orang pintar yang milih berdasarkan tokoh dan bukan barangnya, tapi, yah,,, Agnes gitu loh!!
Well, sh**heads ada di mana2, di mana-mana ada “tokoh” yang tolol, mau menang sendiri, fanatik, vandalis, dll, tapi rakyat mempunyai kesadaran juga. Saat ada tokoh mengemukakan pendapat atau mengeluarkan aturan, rakyat akan berpikir dan dapat memutuskan apakah itu masuk akal, apakah itu baik, dan apakah mereka perlu mendukung tokoh tersebut.
Lihat saja, ide aneh-aneh ada terus kan dari dulu? Ide membuat peraturan yang menguntungkan sebagian orang saja, peraturan yang berbau SARA, dll ada dari dulu, tapi efeknya masih dapat diredam oleh perlawanan dari orang-orang lain juga. Dan saya percaya bahwa orang itu pada dasarnya baik, sehingga pendapat kolektifnya juga biasanya baik.
Perkara akhir2 ini ide-ide dan pendapat aneh seperti lebih marak? Well, dimana-mana juga orang kasar lebih galak dari orang biasa, kan? Lebih keras kan suaranya? Orang yang ber-ide jahat biasanya juga orang jahat, and bad people are always louder than the peaceful, sane common people.

LOUD AND CLEAR!!
Jangan khawatir, masih banyak orang waras di luar sana, ga kliatan aja, karena biasanya orang waras lebih suka perdamaian, ga suka cari ribut dan menghindari konflik, makanya ga kelihatan. Media juga ga tertarik meliput orang2 yang diem aja kan, yang diliput yang suka teriak2 dan bikin kerusuhan, biar rame. Tapi sebenarnya masih banyak orang baik dan cinta damai, kami meyakini itu, dan akan semakin banyak dengan majunya pendidikan dan kesejahteraan.
Masyarakat Pancasila tidak sedang terjun bebas untuk hancur dan gagal. Dia sedang dalam proses pendewasaan diri. And it will improveAnd because of that, kami yakin bahwa Indonesia akan terus semakin baik.

Trashtrowijoyo adalah seorang yang sangat skeptis dan menyukai menulis hal-hal yang negatif (yoi lah! Banyak yang baca pasti! Naikin rating!). Namun kadang-kadang dia harus menerima kenyataan bahwa suatu keajaiban yang positif terus terjadi di dunia ini.


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!

Copyright © 2014 Bukan Isapan Jempol | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top