Minggu, 05 Desember 2010

Anak Indonesia Juga Bisa!

kadang kadang ane mikir gan, "kenapa ane harus lahir dan jadi warga negara Indonesia?" mungkin agan agan juga pernah mikir kayak ane. liat aja, musibah ga berenti berenti, mulai dari banjir, longsor, gunung meletus, gempa sampe tsunami. mana pejabatnya ga tau diri pula. korupsi kerjaannya, bukannya bangun negara padahal banyak banget orang orang yang butuh bantuan di sekitar kita
tapi di tengah semua dilema itu, ane nyari nyari apa sih bagusnya Indonesia ga cuma di mata orang orang Indonesia alias jago kandang doang, tapi juga kelebihan Indonesia di mata dunia

kabar terbaru tentang itu ane dapet dari dunia pendidikan di Indonesia.. ane jadi bangga sama negeri tercinta ini

matematika
Spoiler for matematika:
Lagi-lagi dunia pendidikan Indonesia menuai prestasi. Kali ini seorang anak SMP dan seorang lagi anak SD berhasil mengharumkan nama bangsa. Mereka menang dalam Olimpiade Matematika, di Korea yg juga diikuti oleh 26 negara di dunia.

Peter Tirtowidjoyo Young, 14, SMP Petra 1 Surabaya, dan Andrew Tirtowidjoyo, 12, SD Santa Maria Surabaya, kakak beradik ini telah berhasil menjadi juara dalam Kompetisi Matematika tingkat Internasional.
Mereka berhasil mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi matematika tingkat Internasional di Incheon, Korea Selatan.
Peter si anak SMP menyabet medali emas sedangkan adiknya, Andrew si anak SD menggondol medali perunggu.

Saat mewakili Indonesia dalam International World Youth Matematic Intercity Competition (IWYIC), 25 – 29 Juli 2010 yg lalu, mereka berhasil menyisihkan utusan dari 26 negara lainnya dalam adu pintar dan adu cepat mengerjakan soal-soal matematika. Peter menyabet pernghargaan tertinggi dengan meraih emas tingkat anak SMP.

Baik di nomor perorangan maupun tim, anak SMP kelas tiga Petra 1 ini berhasil mengumpulkan 115 poin. Sedangkan adiknya yg masih duduk di kelas enam SD, anak SD Santa Maria menyabet medali perunggu untuk tingkat anak SD.

Peter harus menyelesaikan 15 soal dalam waktu satu jam. Sebanyak 12 soal berupa isian sedangkan tiga soal lainnya adalah esai matematika. Peter nyaris meraih nilai sempurna karena nilai maksimal untuk soal-soal ini adalah 120. Sekembalinya dari Korsel, Selasa (3/8) lalu, dua pahlawan matematika ini disambut Kepala Dinas Pendidikan bersama orang tua dan juga teman-temannya.

"Dulu sampai kelas tiga, saya benci sekali sama matematika. Tapi guru les saya, Pak Pariyanto, mengubah matematika menjadi sesuatu yg sangat menyenangkan, sampai akhirnya saya punya tips jitu ketika mengerjakan soal-soal matematika. Strateginya yaitu dibuat seperti main game aja. Seru gitu mengerjakannya sampai benar-benar menang," ujar Peter berapi-api.
Menurutnya, soal-soal dalam kompetisi itu ternyata lebih mudah jika dibandingkan dengan soal-soal ketika latihan.

Keluarga Tirtowidjoyo sempat tidak percaya dengan prestasi gemilang dua anaknya ini. Apalagi, baik Peter maupun Andrew tumbuh seperti anak SD dan anak SMP pada umumnya. Selain menyukai musik dan basket, mereka juga suka membaca komik Naruto. Mereka juga tidak ikut bimbel, melainkan ikut les privat.

"Saya pertama kali ikut Olimpiade Internasional Matematika yaitu di Jakarta, dan langsung dapat perak. Di Singapura 2007 dapat emas, di Hongkong 2008 juga dapat emas, di Durban Afrika Selatan dapat perak lagi dan terakhir di Korea kemarin dapat emas," urai Peter penuh kebanggaan.

Ia pernah juga didiskualifikasi dalam Olimpiade Matematika Nasional Pasad. Meski berhasil memenangkan Olimpiade itu, tapi karena syaratnya harus kelas tiga SMP sedangkan dia waktu itu baru kelas dua, maka akhirnya Peter pun didiskualifikasi. Peter bertekad mengukir prestasi sama di tingkat SMA nanti, karena selama ini belum ada anak SMA Indonesia yg berhasil meraih medali emas matematika.


bidang yang paling ane suka! sampe sampe negara lain nih gan...
Spoiler for fisika!:
Pembinaan yang dilakukan oleh Tim Olimpiade Fisika Indonesia (OFI) diminati oleh tim dari negara lain. Mereka menganggap Indonesia mampu meraih prestasi mengesankan dengan merebut lima medali dalam Olimpiade Fisika yang diselenggarakan di Zagreb, Kroasia, 17-25 Juli 2010 lalu.

Menurut Ketua Pembina Tim OFI, Hendra Kwee, tim Olimpiade Indonesia banyak mendapatkan pujian dari kontingen negara lain. Banyak negara yang ingin belajar kepada tim OFI.

"Tim dari Arab Saudi, Malaysia, Mongolia, dan banyak lagi sudah melakuakan pendekatan dan pembicaraan dengan kami," ucapnya. Mereka salut kepada tim Indonesia yang bisa meraih prestasi sangat bagus jika dibandingkan dengan status Indonesia yang merupakan negara berkembang.

Tim Olimpiade Indonesia sendiri mengirimkan lima orang siswa yang seluruhnya berhasil meraih medali. Kelima siswa tersebut, yaitu Muhammad Sohibul Maromi, siswa SMAN 1 Pamekasan, Madura (medali emas), David Giovanni siswa SMAK Penabur Gading Serpong, Banten (medali emas), Kevin Soedyatmiko, siswa SMAN 12 Jakarta (medali emas), Christian George Emor, siswa SMA Lokon St Nikolaus Tomohon, Sulawesi Utara (medali emas), dan Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, siswa SMAN 1 Yogyakarta (medali perak).

Olimpiade tahun ini diikuti oleh lebih banyak negara. Pada tahun ini, ada 82 negara dengan jumlah peserta sekitar 376 siswa. "Bandingkan tahun lalu yang hanya diikuti oleh 70 negara saja, tentu persaingan yang dihadapi saat ini lebih berat," ucap Hendra yang juga merupakan alumnus Tim OFI tahun 1997, saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (26/7).

Menurut Hendra, raihan yang dicapai anak-anak berbakat Indonesia tersebut merupakan hasil pembinaan selama delapan bulan yang dilakukan secara intensif oleh Surya Institute yang didirikan oleh Prof Yohannes Surya dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Menurut dia, selama masa pembinaan, mereka menerapkan metode gasing (gampang asyik dan menyenangkan) yang membuat pelajaran fisika tidak lagi menjadi sesuatu momok yang harus ditakutkan.

Menanggapi keberhasilan Tim Olimpiade Fisika Indonesia tersebut, Kasubid Direktorat Kesiswaan SMA, Kemendiknas, Muklis Catio, mengatakan hasil tersebut menunjukkan suatu peningkatan yang luar biasa kalau dibandingkan dengan hasil yang diperoleh di ajang sebelumnya di Merida, Meksiko yang hanya meraih 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Namun, Muklis tetap mengingatkan supaya hasil yang diraih kali ini tidak membuat terlena.


Spoiler for biologi:
Pelajar Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Dalam Olimpiade Biologi Internasional di Changwon, Korea Selatan, pelajar Merah Putih menyabet dua medali emas dan dua medali perunggu.

Sambutan meriah diberikan bagi para pelajar yang mewakili Indonesia pada Olimpiade Biologi Internasional saat tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (19/7). Selain teman sekolah, perwakilan dari Kementrian Pendidikan Nasional juga hadir.

Putra-putri bangsa meraih hasil maksimal di Korsel. Irfan Haris, siswa SMA Negeri 1 Pringsewu, Lampung dan Harun Reza Sugito, pelajar SMAK 1 BPK Penabur Jakarta meraih medali emas. Dua medali lain yakni perunggu dipersembahkan Danang Chrysnanto dari SMAN 1 Wonogiri dan Thoriq Salafi, siswa MAN Insan Cempaka Tangerang.

Dalam ajang tahunan tersebut, pelajar Indonesia bersaing dengan lebih 200 pelajar dari 60 negara. Oleh pemerintah, jerih payah mereka pun akan diganjar beasiswa hingga jenjang S2 dan S3 di seluruh universitas terbaik di dunia


komputer
Spoiler for komputer:

Pelajar Indonesia kembali berprestasi di ajang internasional. Kali ini, Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2010 berhasil mendapatkan dua medali perak dan satu medali perunggu dalam International Olympiad in Informatics ke-22 di Kanada.

Medali perak pertama diraih oleh Alham Fikri Aji dari SMA Negeri 1 Depok. Medali perak kedua diraih oleh Ashar Fuadi dari SMA Negeri 1 Bogor. Sementara Christianto Handojo, siswa SMA Kanisius Jakarta, memperoleh medali perunggu.

Bagi Alham Fikri Aji dan Ashar Fuadi, tahun ini adalah kali pertama mereka mengikuti IOI. Meski baru pertama kali, mereka langsung berhasil mendapatkan medali perak.

Aji bahkan sempat diharapkan mendapatkan medali emas. Perolehan nilai hari kedua Aji menempatkan ia di posisi ke-11 dari seluruh peserta (zona atas medali emas). Namun, sayang, perolehan hari pertamanya masih belum cukup membantu total skor Aji untuk berada di zona medali emas.

Menurut Delegation Leader TOKI 2010, Suryana Setiawan, prestasi tahun ini sama seperti prestasi TOKI tahun lalu di Plovdiv, Bulgaria. Tim dari Indonesia tahun lalu juga berhasil menyabet 2 perak dan 1 perunggu juga.

Suryana mengungkapkan, posisi pertama tahun ini kembali diraih oleh Gennady Korotkevich, dari Belarusia, dengan skor 778 dari maksimal 800. Dia menilai, secara umum pada tahun ini negara-negara Asia bersaing ketat dengan negara-negara Eropa dan Amerika dalam kompetisi di zona medali emas.

Jika membandingkan diri dengan negara-negara peraih medali emas, kata Suryana, amatlah kecil hasil yang diperoleh Indonesia. Meskipun demikian, hasil 2 perak dan 1 perunggu tetap patut dibanggakan karena bukan prestasi yang mudah diraih.


gila gan! makin
semoga nanti diantara para kaskuser ada yang menjelma menjadi dewa terus bisa bawa pulang medali kayak mereka mereka itu.

tapi miris nih gan, banyak orang pinter di Indonesia lanjutin sekolah di luar negeri dan gara gara mereka udah enak di sana, mereka ga balik lagi ke sini
alesannya sih kurang dihargain. kalo diantara agan agan ada yang dapet beasiswa ke luar, jangan lupain kita ya gan

source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6166266

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!