Minggu, 05 Desember 2010

3.059 Dokumen Penting Indonesia Dibocorkan "WikiLeaks"



Jakarta (ANTARA News) - Laman peniup-peluit WikiLeaks yang membocorkan ratusan ribu dokumen rahasia pemerintah Amerika Serikat tentang banyak negara di dunia, ternyata juga menghimpun ribuan dokumen penting Amerika tentang Indonesia.

Mengutip static.guim.co.uk, yang bersumber dari WikiLeaks, ada 3.059 dokumen yang disusun Kedutaan Besar AS di Jakarta, yang tentu saja berbicara tentang Indonesia.

Laman ini tidak menyebutkan secara persis isi dan klasifikasi dokumen mengenai Indonesia itu, namun daftar itu termasuk sebuah laporan resmi untuk Kongres AS mengenai Indonesia.

Laporan bertajuk "Congressional Research Service; Report RS21874" yang disusun Bruce Vaughn, analis soal Asia Tenggara dan Asia Selatan dari Divisi Hubungan Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan ini, mengupas singkat hasil Pemilu 2004 di Indonesia.

Tidak ada yang istimewa dan mengejutkan dari laporan itu, karena memang klasifikasinya dokumen resmi biasa.

Lain halnya dengan dokumen yang berkaitan dengan Prancis, Spanyol, Turki, Kuwait, Yordania, Irak, dan Jepang.

Di Prancis, menurut laman itu, ada 1.582 dokumen sangat rahasia yang dibocorkan WikiLeaks termasuk mengenai Presiden Nicolas Sarkozy, 256 dokumen rahasia, dan 1.937 dokumen resmi biasa.

Untuk Spanyol, WikiLeaks membocorkan 898 dokumen sangat rahasia, 103 dokumen rahasia, dan 2.619 dokumen biasa.

Dokumen sangat rahasia mengenai pandangan, data dan informasi soal Turki menjadi yang terbanyak kedua dibocorkan, setelah Irak.

Mengenai Turki ini, WikiLeaks membocorkan 3.298 dokumen sangat rahasia termasuk mengenai PM Recep Tayyip Erdogan, 577 dokumen rahasia, dan 4.043 dokumen resmi biasa.

Di Irak, dokumen amat rahasia yang dibocorkan sebanyak 4.127, sedangkan yang berkategori rahasia berjumlah 1.158, dan 1.392 untuk dokumen biasa.

Dokumen yang dibocorkan rata-rata bertahun 2004, namun ada juga yang dimulai sejak 2002, seperti mengenai Yordania dan Kuwait.

Dari ratusan ribu dokumen yang dibocorkan itu, 97.080 diantaranya tergolong sangat rahasia (confidential), 75.792 dokumen biasa, 58.095 dokumen hanya untuk internal (official use only), 11.322 dokumen rahasia, 4.678 dokumen sangat rahasia yang tak boleh diakses non AS (Noforn), dan 4.330 dokumen rahasia Noforn.

Dari jumlah itu, 145.222 berkaitan dengan hubungan politik eksternal, 122.954 soal internal pemerintah, 49.016 tentang ekonomi, 28.760 mengenai teroris dan terorisme, 23.857 tentang perdagangan luar negeri, dan 23.054 dokumen tentang intelijen.


Tambahan


Manama (ANTARA News) - Polisi Australia sedang menyelidiki apakah pendiri WikiLeaks yang warga Australia, Julian Assange, telah melanggar undang-undang dan dapat dituntut di negara itu, kata Menteri Luar Negeri Australia, Kevin Rudd.

Pihak Amerika Serikat (AS) sangat geram dengan dikeluarkannya ratusan kawat diplomatik rahasianya oleh WikiLeaks, yang telah memberikan pandangan yang sebenarnya dan terkadang memalukan pada kebijakan luar negeri AS dan sekutu-sekutunya.

Polisi federal telah diminta oleh jaksa agung Australia beberapa hari lalu untuk menyelidiki apakah Assange telah melanggar unsur-unsur undang-undang kriminal Australia atau tidak, kata Rudd pada wartawan di sela konferensi keamanan di Bahrain.

Jika Assange melanggar undang-undang Australia, maka kasusnya akan dirujuk ke penuntut umum, tambah Rudd.

"Pemerintah Australia tanpa ragu-ragu telah mengecam tindakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab atas dikeluarkannya secara tidak sah informasi dan komunikasi diplomatik rahasia antara negara-negara," tegasnya.

Assange, yang dilaporkan berada di suatu tempat di Inggris selatan, pada Jumat (3/12) mengatakan, bersama teman-temannya akan melakukan langkah-langkah untuk melindungi diri mereka setelah menerima ancaman kematian.

Salah seorang pengacara Assane juga menyatakan, akan melawan upaya untuk mengekstradisi kliennya ke Swedia guna menghadapi masalah karena yang diduga perilaku seksual yang tak senonoh.

Ketika ditanya apakah pemerintah Australia telah mempertimbangkan penarikan paspor Assange, Rudd mengatakan: "Tindakan apapun terhadap paspornya akan sepenuhnya tergantung pada rekomendasi yang diberikan oleh polisi federal Australia".


Tambahan Lagi

Baghdad (ANTARA News) - Militer Amerika Serikat sedang berusaha untuk mencegah para prajuritnya di Irak melihat dan membaca dokumen-dokumen yang dibeberkan di laman Wikileaks.

Mereka juga telah memperingatkan melalui laman di internet bahwa para prajurit dapat melanggar hukum jika tetap melakukan hal itu, menurut seorang juru bicara, Sabtu.

Peringatan itu ditayangkan sejak Jumat di jaringan militer Amerika Sekitar, NIPRNet, sebelum para prajurit dapat mengakses berita dan laman-laman lain. Isinya memberitahu para prajurit jika mereka tidak seharusnya melihat, mengunduh atau mengirimkan dokumen-dokumen rahasia.

"Sesuai dengan arahan DOD (Departemen Pertahanan) dan

USF-I OPSEC (Operasi Keamanan Pasukan Amerika Serikat-Irak) 10-2, semua personil diimbau untuk menahan diri dari melihat dan membaca semua artikel yang berkaitan dengan WikiLeaks pada sistem mereka di NIPR DOD," bunyi peringatan itu.

Tapi Sersan Kelli Lane mengatakan militer tidak memblokir internet.

"USF-I belum memblokir situs-situs berita," kata pejabat media militer Amerika Serikat melalui sebuah surat elektronik kepada AFP.

"Karena Wikileaks membeberkan dokumen-dokumen rahasia dan kemudahan akses atas dokumen itu di dunia maya, USF-I telah menayangkan halaman peringatan di komputer NIPRNet."

Lane mengatakan bahwa imbauan itu hanya merupakan peringatan dan tidak melarang para prajurit untuk melihat laman-laman berita. Dia tidak mengatakan laman-laman berita yang mana yang dimaksudkan.

Selama beberapa hari terakhir, WikiLeaks telah mulai menerbitkan dokumen pertama dari 250.000 saluran diplomatik Amerika Serikat dan memicu badai di dunia internasional karena penilaian pribadi para diplomat Amerika atas para pemimpin asing dan politik telah ditayangkan kepada publik.

Dokumen tersebut adalah publikasi utama ketiga dari dokumen-dokumen rahasia Amerika Serikat oleh Wikileaks tahun ini, setelah laman itu mempublikasikan puluhan ribu dokumen militer Amerika Serikat terkait konflik Afghanistan dan Irak.

source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6166570

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!

Copyright © 2014 Bukan Isapan Jempol | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top