Minggu, 15 Agustus 2010

Mengenal KEJU

keju

keju

Cheesecake, roti keju, kastengel, atau cheese burger adalah makanan yang akrab buat kita sehari-hari. Keju memang salah satu sahabat ‘kuliner’ kita karena rasanya yang gurih.

Ternyata, nih, di balik kelezatan rasanya, manfaat keju juga banyak. Eits, tapi untuk waktu-waktu tertentu, keju dan olahannya kudu dihindari dulu, tuh….

Yuk, Kenalan!

Tahu semua, kan, kalau keju terbuat dari susu (nggak tahu? Ke mana aja…).Yup, benar banget! Keju adalah salah satu bentuk olahan susu. Susu sapi, kambing, domba atau mamalia lainnya mula-mula dihilangkan kandungan airnya menggunakan rennet (enzim penggumpal), kemudian difermentasi. Dalam prosesnya, dipakai juga bakteri untuk mengasamkan susu yang menambah tekstur dan rasa pada keju.

Keju ada bermacam-macam, dibedakan berdasarkan proses pembuatan, bahan baku dan bahan tambahan yang dicampurkan pada keju.

Cream cheese

Kita bisa menemukan dua macam cream cheese: double cream cheese (65% lemak) dan cream cheese (45% lemak). Berbeda dengan jenis lainnya, rasa cream cheese sedikit asam. Keju ini sering digunakan untuk hidangan penutup di belahan Barat sana, seperti chessecake, isi pie, atau dimakan dengan potongan buah-buahan.

cheesecake

cheesecake

Mozzarella

Keju Italia ini aslinya terbuat dari susu kerbau liar. Mozarella yang mempunyai kandungan lemak 40% – 50% ini akan meleleh dan lengket ketika dipanggang. Biasanya dipakai untuk topping pizza.

Edam

Teksturnya keras dan beraroma menyerupai kacang.Yang membedakan jenis keju ini adalah kemasannya selalu terbungkus lapisan berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering atau taburan hidangan panggang.

Parmesan

Salah satu jenis keju keras berbentuk silinder dan berwarna kuning muda. Aroma parmesan cukup tajam karena proses fermentasi yang cukup lama. Keju ini cocok untuk taburan pizza, sup dan aneka masakan pasta.

Cheddar

Ini dia keju yang paling banyak likonsumsi di Indonesia. Rasa lezat dan aroma nggak terlalu tajam membuat keju ini cocok untuk masakan apa saja: isi roti, taburan sup atau nasi, dan masih banyak lagi.

Bergizi Tinggi

poster keju kraft

poster keju kraft

Terbuat dari susu, keju mengandung nilai gizi tinggi (sst… kandungan lemaknya tinggi juga!). Keju bahkan bisa menjadi alternatif pengganti daging untuk para vegetarian karena kandungan proteinnya cukup tinggi (cuma buat vegetarian yang engga pantang susu atau telor).

Kandungan nutrisi keju juga padat banget. Manfaat utamanya sebagai sumber kalsium dan sumber fosfor. Karena itu, keju bermanfaat mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, tuh.

Kita tahu, susu tidak baik dipanaskan dalam suhu tinggi karena akan merusak gizi di dalamnya. Nah, beda dengan keju. Kandungan gizi dalam keju bisa, sih, terpengaruh pemanasan atau proses memasak lainnya, yaitu vitamin B dan C.

Tapi karena vitamin B dan C pada keju sedikit, nilai gizi keju tetap tinggi sekalipun dipanaskan. Soalnya, keju bentuknya padat, sehingga gizinya pun lebih padat. Beda dengan susu yang bisa ‘ciut’ saat dipanaskan, deh….

Bahaya Kalau…

Keju, seperti makanan lainnya, juga punya tanggal kedaluwarsa. Jadi, nih, kita kudu hati-hati saat membeli keju, jangan lupa mengecek tanggal kedaluwarsanya.

roti oles cream cheese

roti oles cream cheese

Khusus makanan lunak kayak cream cheese, kita harus ekstra waspada. Makanan lunak yang mengandung kadar air cukup tinggi lebih mudah mengalami perubahan kualitas. Jika tidak tertutup rapat, akan membuat produk ini cepat rusak.

Kadang-kadang, nih, pas mau makan kita menemukan cream cheese sudah berjamur. Karena sayang, kita buang saja bagian yang berjamur, sisanya, sih, disantap saja.

Ternyata, tindakan itu merugikan kesehatan kita. Sebenarnya, makanan yang sudah berjamur tidak baik lagi untuk dikonsumsi karena kita nggak tahu jamur itu beracun tau tidak. Kalau memang sayang creme cheese keburu berjamur sebelum habis, lebih baik beli secukupnya saja. Jika habis, kan, bisa beli lagi.

Musuh Berat Badan

Banyak yang menghalalkan keju saat menjalani diet. Siapa, sih, yang tahan godaan si lezat keju? Tapi keju bukan ‘teman’ yang baik saat diet. Bahkan es krim pun kalah ‘jahatnya’ dari keju. Soalnya selain kandungan kalorinya relatif tinggi, kandungan lemak keju nggak rendah.

Sebaliknya, kita boleh banget mengonsumsi susu saat diet. Nggak perlu khawatir kegemukan, deh, karena kalori yang dihasilkan lemak susu lebih rendah daripada susu….

Legenda Keju

Menurut legenda Arab, seorang pengernbara berkelana sambil membawa susu di dalam tempat minum yang terbuat dari kulit sapi. Setelati beberapa jam, susu itu terpisah menjadi gumpalan putih dan cairan berwarna pucat. Sang pengembara mencicipinya dan menganggap rasanya lezat.

Ada juga yang meyakini bahwa dinikmati bangsa Sumeria di Mesopotamia beribu-ribu tahun lampau. Sebuah gambar pada bangunan pemujaan dewa Ninchursag menunjukkan pada masa itu keju sudah diproduksi.


sumber: http://pelangiku.com/2010/03/mengenal-keju/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!