Selasa, 31 Agustus 2010

<br />http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Memang banyak keanehan didunia ini dan terjadi juga di kabah seekor kucing mencium kabah.bagai mana ada seekor kucing di tengah tengah manusia yang pergi haji dan ikut mencium kabah?.

Allah maha BAIK, Dia pertunjukkan kekuasaan-Nya, untuk menunjukkan Islam itu BENAR, TANDA itu tentunya dijaman ini diperlukan, sebagai ketegasan pd kita mahluk yg lemah, RAHASIA itu, kenapa Allah mempertunjukkan kekuasaan-Nya dengan porsi yang lebih, agar MANUSIA tidak RAGU2 dgn kebenaran itu sendiri, kalo udah mati-celakalah bagi orang yg ingkar.
Kucing mencium Kabah

Kejadian ini, dimana saat kamera men-shoot, penampakan kucing berjalan menyentuh ka’bah atau Kucing Mencium Kabah, biasa, atau ajaib?. Semua kejadian adalah Taqdir Illahi, kucing bisa apa saja dan bisa saja gak pengen nyentuh apa-apa, tu kucing nyentuh ka’bah seperti pengakuan bahwa ibadah ini adalah haq-kebenaran, kiblat ini haq kebenaran arah sholat dan juga sholat pun adalah haq, haji memiliki sunnah menyentuh kabah, keinginan megang kabah, nah mahluk Allah ini pun juga pengen, emang manusia aja…




sumber : http://berita.gratisku.web.id/ | http://isi-bumi-kita.blogspot.com/2010/08/video-kucing-mencium-kabah.html

Video Kucing Mencium Ka'bah

Read More

 http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
'Sepetak gurun di Mesir yang dulu adalah samudra menyimpan rahasia tentang salah satu transformasi evolusi yang paling luar biasa.'

Tiga puluh tujuh juta tahun silam di samudra prasejarah Tethys, seekor binatang sepanjang 15 meter yang gerakannya lentur dengan rahang mencangah, dan gigi gergaji mati dan tenggelam ke dasar laut. Lalu selama ribuan milenium selimut sedimen kian menebal, menutupi tulang-tulang si gergasi .

Laut kemudian surut dan dasar laut berganti menjadi gurun pasir, angin mulai mengetam batu pasir dan serpihan batu di atas tulang-tulang tersebut. Perlahan dunia berubah. Pergeseran kerak bumi mendorong India ke dalam Asia, mendesak naik Pegunungan Himalaya. Di Afrika, nenek moyang pertama manusia menegakkan tubuh dan berjalan dengan kaki belakang mereka.

Kemudian para firaun membangun piramida. Kekaisaran Romawi bangkit, lalu runtuh. Di sepanjang perjalanan waktu tersebut, angin melanjutkan penggaliannya yang sabar. Lalu pada suatu hari Philip Gingerich datang untuk menuntaskan pekerjaan sang angin.

Saat Matahari terbenam di suatu malam bulan November tahun silam, Gingerich yang ahli paleontologi vertebrata University of Michigan merebahkan badan di samping tulang punggung makhluk yang disebut Basilosaurus itu. Kami berada di satu lokasi di Wadi Hitan, sebuah gurun Mesir.

Fosil gigi hiu, duri landak laut, dan tulang ikan lele raksasa berserakan di atas pasir di sekeliling Gingerich. 'Aku menghabiskan begitu banyak waktu di antara makhluk-makhluk laut ini sehingga segera saja aku hidup di dunia mereka,' katanya sambil menyodok-nyodok satu ruas tulang belakang sebesar batang kayu dengan kuas. 'Saat aku memandang gurun pasir ini, lautan yang kulihat.'

Gingerich sedang mencari bagian penting dari anatomi makhluk itu, dan ia diburu waktu. Hari kian temaram, dia harus kembali ke perkemahan sebelum membuat rekan-rekannya khawatir. Wadi Hitan merupakan tempat yang indah, tetapi tak kenal ampun. Selain tulang-tulang monster laut prasejarah, Gingerich menemukan sisa jasad-jasad manusia yang naas.

Gingerich beringsut ke arah ekor tulang, memeriksa setiap ruas tulang punggung dengan gagang kuas. Lalu, dia berhenti dan meletakkan kuasnya. 'Ini dia harta karunnya,' katanya. Sambil membersihkan pasir dengan jemarinya secara hati-hati, Gingerich menyingkap sebatang tulang ramping, panjangnya tak lebih dari 20 sentimeter. 'Jarang-jarang kita bisa melihat kaki paus,' katanya sambil mengangkat tulang itu dengan kedua tangan secara takzim.

Basilosaurus jelas seekor paus, tetapi paus yang punya dua kaki belakang kecil yang mencuat dari panggulnya, masing-masing sebesar kaki anak perempuan tiga tahun. Kaki kecil nan elok itu—terbentuk sempurna meski tak berguna, setidaknya untuk berjalan—adalah petunjuk penting untuk memahami bagaimana paus modern yang telah begitu sukses beradaptasi sebagai mesin renang diturunkan dari mamalia darat yang pernah berjalan dengan empat kaki.

Gingerich telah mengabdikan sebagian besar kariernya untuk menjelaskan metamorfosis yang boleh dibilang merupakan yang terbesar dalam dunia satwa. Dalam perjalanan itu, ia telah menunjukkan bahwa paus, yang dulu diagulkan kaum kreasionis sebagai bukti terbaik yang menentang evolusi, justru mungkin merupakan bukti evolusi yang paling elegan.

'Spesimen lengkap seperti Basilosaurus itu ibarat batu Rosetta,' kata Gingerich saat kami berkendara kembali ke perkemahan lapangannya. 'Spesimen lengkap dapat mengungkap cara hidup suatu hewan jauh lebih banyak daripada jasad sepotong-sepotong.'

Wadi Hitan yang secara harfiah berarti 'lembah paus' ternyata sangat kaya akan “mutiara” semacam itu. Selama 27 tahun terakhir, Gingerich dan rekan-rekannya telah menemukan sisa-sisa dari 1.000 ekor lebih paus di tempat tersebut dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan. Saat kembali ke perkemahan, kami bertemu dengan beberapa anggota tim Gingerich yang juga baru pulang dari kerja lapangan mereka.

Tak lama kemudian, kami membahas hasil kerja mereka sambil makan malam berupa daging kambing panggang, ful madammas (kacang dieng tumbuk), dan roti canai. Mohammed Sameh, kepala pengawas kawasan konservasi Wadi Hitan telah mencari paus lebih jauh ke arah timur dan melaporkan beberapa tumpuk tulang yang baru—menjadi petunjuk segar bagi teka-teki terbesar dalam sejarah alam. Mahasiswa pascadoktoral Yordania Iyad Zalmout dan mahasiswa pascasarjana Ryan Bebej tengah menggali moncong paus yang mencuat dari sisi tebing. 'Kami menduga sisa tubuhnya ada di dalam,' kata Zalmout.

Nenek moyang paus dan semua hewan darat lainnya adalah tetrapoda berkepala pipih, berbentuk seperti salamander yang menyeret tubuhnya keluar dari laut ke pantai berlumpur sekitar 360 juta tahun lampau. Pada keturunannya, paru-paru primitif berangsur-angsur memperbaiki fungsinya, sirip gelambir pun berubah menjadi kaki, dan sendi rahang tersusun agar mampu mendengar di udara, bukan di air.

Mamalia lalu menjadi salah satu pencinta daratan yang paling sukses; pada 60 juta tahun yang lalu mamalia telah mendominasi Bumi. Paus termasuk segelintir mamalia yang berevolusi kembali ke laut, merombak pola tubuh daratannya agar dapat mengindra, makan, bergerak, dan kawin di dalam air.

Cara paus menuntaskan transformasi besar seperti itu membuat bingung ilmuwan yang paling genius sekalipun. Karena sadar bahwa teka-teki tersebut merupakan salah satu tantangan besar bagi teorinya tentang evolusi oleh seleksi alam, Charles Darwin mencoba menjelaskan teka-teki paus dalam Origin of Species edisi pertama.

Ia mencatat bahwa beruang hitam pernah terlihat berenang di permukaan danau dengan mulut terbuka selama berjam-jam, melahap serangga yang mengapung. 'Saya melihat, tidak ada sulitnya ras beruang diubah oleh seleksi alam, sehingga struktur dan kebiasaannya semakin sesuai dengan kehidupan air, dengan mulut yang kian besar,' tulis Darwin menyimpulkan, 'sampai terbentuk makhluk sebesar paus.' Namun, para pengkritiknya mengolok-olok gambaran itu dengan lantang dan geli, sehingga pada akhirnya Darwin menghapus bagian tersebut dari edisi-edisi bukunya yang berikut.


Hampir seabad kemudian, ahli paleontologi terkemuka di abad ke-20 George Gaylord Simpson masih juga bingung dalam menentukan letak yang tepat bagi paus dalam pohon evolusi mamalianya yang tertata. 'Secara keseluruhan, cetacea adalah mamalia yang paling aneh dan menyimpang,' komentar simpson dengan kesal. 'Tidak ada tempat yang tepat bagi mereka dalam scala naturae. Seolah-olah mereka menjauh ke dimensi yang berbeda dengan ordo atau bangsa yang mirip dengannya.'

Adapun para penganut paham antievolusi berpendapat, jika ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan transformasi paus, mungkin karena transformasi tersebut memang tidak pernah terjadi. Mereka berpendapat bahwa hewan daratan yang mulai beradaptasi dengan kehidupan air akan segera menjadi hewan yang setengah-setengah, tak mampu bertahan hidup di air maupun daratan. Dan jika paus benar-benar pernah menempuh transisi besar ini, di mana bukti fosilnya? 'Perbedaan anatomi antara paus dan mamalia daratan begitu besar, sehingga tentunya ada banyak tahap antara di mana makhluk itu pernah mengayuh dan berenang di laut purba sebelum paus seperti yang kita kenal muncul,' tulis para penulis Of Pandas and People, buku teks kreasionis populer yang pertama diterbitkan pada 1989. 'Sejauh ini bentuk peralihan ini belum ditemukan.'

Tanpa disasari, Philip Gingerich menerima tantangan tersebut pada pertengahan 1970-an. Setelah meraih gelar Ph.D di Yale, dia memulai penggalian di Daerah Aliran Sungai Clarks Fork di Wyoming untuk mendokumentasikan lonjakan populasi mamalia pada awal kala Eosen, setelah kepunahan dinosaurus sepuluh juta tahun sebelumnya. Pada 1975 dengan harapan dapat melacak migrasi mamalia dari Asia ke Amerika Utara, Gingerich memulai kerja lapangan di daerah formasi fosil Eosen tengah di Provinsi Punjab dan North-West Frontier (sekarang disebut Provinsi Khyber Pakhtunkhwa) Pakistan. Dia kecewa saat menemukan bahwa sedimen berusia 50 juta tahun yang diincarnya bukanlah daratan kering melainkan dasar laut dari tepi timur Samudra Tethys. Ketika timnya menemukan beberapa tulang panggul pada 1977, dengan bercanda mereka menyebutnya dengan 'paus berjalan'—gagasan yang tidak masuk akal. Pada saat itu fosil paus yang paling terkenal pun dianggap mirip dengan paus modern, dengan mekanisme yang canggih untuk mendengar di dalam air, ekor kuat dengan sirip lebar, dan tanpa kaki belakang yang keluar dari tubuh.

Lalu pada 1979, seorang anggota tim Gingerich di Pakistan menemukan tengkorak sebesar tengkorak serigala, tetapi memiliki tulang mirip layar yang menonjol—dan sangat tidak mirip serigala—di bagian atas dan samping untuk mendukung otot leher dan rahang yang kuat. Lebih aneh lagi, rongga otaknya sedikit lebih besar dari kenari. Kemudian pada bulan yang sama, Gingerich menemukan beberapa spesimen paus purba dalam sejumlah museum di Lucknow dan Kolkata, India. 'Saat itulah rongga otak yang kecil itu mulai masuk akal karena paus awal memiliki tengkorak besar dan otak relatif kecil,' kata Gingerich mengenang. 'Aku mulai berpikir bahwa satwa berotak kecil ini mungkin paus yang sangat awal.'

Ketika Gingerich membebaskan tengkorak itu dari bungkusnya yang berupa batu merah nan keras di laboratoriumnya di Michigan, ia menemukan segumpal tulang padat sebesar buah anggur di dasarnya yang disebut bula pendengaran, dengan tulang puncak berbentuk S yang disebut cuaran sigmoid—dua fitur anatomi yang khas pada paus dan membantunya mendengar di dalam air. Namun, tengkorak tersebut tidak memiliki beberapa adaptasi lain yang digunakan paus modern untuk mendengar secara terarah di bawah gelombang. Ia menyimpulkan bahwa binatang tersebut mungkin semiakuatik, menghabiskan waktu cukup lama di perairan dangkal, tetapi kembali ke darat untuk beristirahat dan berbiak.

enemuan paus yang sepanjang diketahui paling primitif tersebut—Gingerich menamainya Pakicetus, membuat Gingerich melihat paus dengan cara baru. 'Aku mulai semakin memikirkan transisi lingkungan besar-besaran yang dialami paus,' katanya mengenang. 'Makhluk ini berawal sebagai hewan darat dan berubah menjadi hewan air. Sejak itu, aku tenggelam dalam mencari berbagai bentuk transisi pada lompatan besar ini, dari daratan kembali lautani. Aku ingin menemukan semuanya.'

Pada 1980-an Gingerich mengalihkan perhatian ke Wadi Hitan. Bersama istrinya B. Holly Smith yang juga ahli paleontologi dan rekan mereka dari Michigan, William Sanders, dia mulai mencari paus dalam formasi fosil yang berusia sekitar 10 juta tahun lebih muda dari dasar laut tempat dia menemukan Pakicetus. Trio itu menggali kerangka parsial dari paus yang sepenuhnya akuatik seperti Basilosaurus dan Dorudon yang lebih kecil, panjangnya lima meter. Kedua jenis tersebut punya bula pendengaran yang besar dan adaptasi lain untuk pendengaran bawah air; tubuh panjang dan strimlain dengan tulang punggung yang panjang; juga ekor berotot untuk menggerakkan tubuh di air dengan ayunan vertikal yang kuat. Kawasan itu penuh dengan tengkorak kedua jenis paus itu. 'Setelah berada di Wadi Hitan sebentar saja, orang tentu merasa melihat paus di mana-mana,' kata Smith. 'Dan tak lama setelahnya, orang menyadari bahwa memang begitu adanya. Kami segera memahami bahwa kami tidak mungkin mampu mengumpulkan semuanya, jadi kami mulai memetakannya dan hanya menggali spesimen-spesimen yang paling menjanjikan.'

Namun demikian, baru pada 1989 tim tersebut menemukan mata rantai yang mereka cari untuk menghubungkan paus ke nenek-moyang daratannya, penemuan yang hampir tak sengaja. Menjelang akhir ekspedisi, Gingerich sedang menggarap kerangka Basilosaurus ketika menemukan lutut paus—yang pertama diketemukan dan diketahui—pada kaki yang terletak di tulang punggung binatang itu pada posisi yang jauh lebih ke bawah daripada yang ia duga. Karena kini para peneliti sudah tahu letak kaki itu, mereka memeriksa lagi sejumlah paus yang “sudah dipetakan” dan segera menemukan tulang paha, tulang kering, dan tulang betis, serta benjolan tulang yang membentuk kaki dan pergelangan kaki paus. Pada hari terakhir ekspedisi, Smith menemukan satu set lengkap jari kaki nan ramping sepanjang 2,5 sentimeter. Melihat tulang-tulang kecil membuat air matanya berlinang. 'Mengetahui bahwa hewan air yang begitu besar itu masih memiliki tungkai, kaki, dan jari kaki yang berfungsi, menyadari apa makna hal ini bagi evolusi paus—itu luar biasa,' ia mengenang.

Meskipun tak mampu menopang bobot tubuh Basilosaurus di darat, kaki-kaki itu masih ada fungsinya. Kaki itu dapat ditempeli otot yang kuat, juga memiliki sendi pergelangan yang berfungsi dan mekanisme penguncian yang rumit di lutut. Gingerich berspekulasi bahwa kaki paus berperan sebagai perangsang atau pemandu saat kopulasi. 'Pasti sulit mengendalikan apa yang terjadi di bawah, pada tubuh panjang mirip ular itu, begitu jauh dari otak,' katanya.

Apa pun kegunaan kaki kecil itu bagi Basilosaurus, penemuannya menegaskan bahwa leluhur paus pernah berjalan, berjingkik, dan berlari di darat. Namun, identitas leluhur tersebut tetap belum jelas. Beberapa fitur kerangka paus purba, terutama gigi pipinya yang besar dan berbentuk segi tiga tampak sangat mirip dengan gigi mesonychia, sekelompok karnivora berkuku dari kala Eosen. (Andrewsarchus yang besar dan mirip dubuk, yang mungkin mamalia karnivora terbesar yang pernah hidup di darat, mungkin termasuk golongan mesonychia.) Pada 1950-an para ahli imunologi menemukan ciri-ciri pada darah paus yang menyiratkan bahwa paus adalah keturunan artiodaktil, yaitu ordo mamalia yang mencakup babi, rusa, unta, dan binatang berkuku genap lainnya. Pada 1990-an para ahli biologi molekuler yang mempelajari kode genetis cetacea telah menyimpulkan bahwa kerabat modern yang paling dekat dengan paus adalah satu binatang ungulate tertentu, yaitu kuda nil.

Gingerich dan banyak ahli paleontologi lainnya lebih yakin pada bukti nyata di tulang daripada perbandingan molekul satwa modern. Mereka percaya paus adalah keturunan mesonychia. Namun untuk menguji teori tersebut, Gingerich perlu menemukan satu tulang tertentu. Tulang pergelangan kaki atau astragalus adalah unsur paling khas pada kerangka artiodaktil karena berbentuk katrol-ganda yang tidak lazim dengan galur yang jelas di bagian atas dan bawah tulang, seperti galur pada roda katrol yang menyangga tali. Dengan bentuk seperti itu, artiodaktil memiliki daya pegas dan kelenturan yang lebih besar daripada bentuk katrol tunggal yang ditemukan pada satwa berkaki empat lainnya (paus modern tentu saja tidak membantu karena sama sekali tidak punya tulang pergelangan kaki).

Kembali ke Pakistan pada 2000, Gingerich akhirnya melihat pergelangan kaki paus untuk pertama kalinya. Mahasiswa pascasarjana di timnya Iyad Zalmout menemukan sebuah tulang bergalur di tengah sisa-sisa seekor paus berumur 47 juta tahun yang baru ditemukan, yang kemudian dinamai Artiocetus. Beberapa menit kemudian ahli geologi Pakistan Munir ul-Haq menemukan tulang yang serupa di situs yang sama. Pada mulanya Gingerich mengira kedua tulang itu adalah astragalus katrol tunggal dari kaki kanan dan kiri si paus—bukti bahwa dia benar tentang asal-usul paus. Namun ketika tulang itu dipegangnya berdampingan, dia bingung karena bentuknya sedikit asimetris. Saat ia merenungkan hal itu sambil memutar-mutar kedua tulang itu ibarat pemain teka-teki memosisikan dua keping teka-teki yang bermasalah, tiba-tiba kedua tulang itu terpasang dengan cocok, membentuk astragalus katrol ganda yang sempurna. Ternyata para ilmuwan laboratorium memang benar.

Sambil berjalan kembali ke perkemahan malam itu, Gingerich dan timnya melewati sekelompok anak desa yang bermain dadu dengan astragalus kambing. (Sudah beribu-ribu tahun orang di berbagai budaya menggunakan tulang pergelangan kaki artiodaktil domestik dalam permainan dan ilmu ramal.) Zalmout meminjam satu dan memberikannya kepada Gingerich, lalu menyaksikan dengan geli sementara profesornya itu menghabiskan sisa malam itu menatap pergelangan kaki paus di satu tangan dan pergelangan kaki kambing di tangan lain secara bergantian, memperhatikan kemiripan yang tak bisa disangkal. 'Itu temuan besar, tetapi pemikiran saya jadi dijungkirbalikkan,' kata Gingerich sambil tersenyum kecut. 'Namun, kini kita tahu pasti dari mana asal-usul paus dan bahwa teori kuda nil tidak seluruhnya khayalan belaka.'

Sejak itu Gingerich dan sejumlah ahli paleontologi yang lain melengkapi kisah paus awal itu, gigi demi gigi, jari kaki demi jari kaki. Gingerich yakin bahwa cetacea pertama mungkin mirip antrakoteres, binatang perambah ramping mirip kuda nil yang menghuni dataran rendah berawa-rawa pada kala Eosen. (Ada teori alternatif yang diajukan ahli paleontologi Hans Thewissen, yaitu paus adalah keturunan dari hewan yang mirip dengan Indohyus, yaitu artiodaktil prasejarah yang mirip rusa, sebesar rakun yang hidup sebagian di air.) Apa pun bentuk dan ukurannya, paus paling awal muncul sekitar 55 juta tahun lalu, seperti semua ordo mamalia modern yang lain, selama lonjakan suhu dunia pada awal kala Eosen. Berbagai mamalia itu tinggal di sepanjang pantai timur Samudra Tethys yang perairannya memiliki daya tarik evolusi yang kuat: hangat, asin, kaya kehidupan laut, bebas dari dinosaurus air yang telah punah sepuluh juta tahun lebih dulu. Dengan masuk ke perairan semakin dalam untuk mengejar berbagai jenis sumber makanan baru, para perandai awal ini perlahan berkembang dengan moncong lebih panjang dan gigi lebih tajam yang lebih cocok untuk menyambar ikan. Pada 50 juta tahun lalu, mereka telah mencapai tahap yang dicontohkan oleh Pakicetus: perenang berkaki empat yang mahir, yang masih berkeliaran di daratan.

Lewat adaptasi dengan air, paus awal memperoleh akses ke lingkungan yang tak terjangkau oleh sebagian besar mamalia lain, lingkungan yang kaya pakan dan tempat tinggal, serta sedikit pesaing dan pemangsa—kondisi yang sempurna untuk ledakan evolusi. Yang terjadi selanjutnya adalah ledakan berbagai eksperimen aneh untuk menjadi paus, yang sebagian besar berakhir pada kepunahan jauh sebelum zaman modern. Ada Ambulocetus raksasa seberat 725 kilogram, pemburu penyergap dengan kaki pendek dan rahang pelahap raksasa yang mirip buaya air asin yang berbulu; Dalanistes, dengan leher jenjang dan kepala seperti burung bangau; dan Makaracetus yang berbelalai pendek, melengkung, dan berotot, yang mungkin digunakan untuk makan moluska.

Sekitar 45 juta tahun lalu, lingkungan air yang menguntungkan akhirnya menarik paus semakin jauh ke laut, lehernya menjadi mampat dan kaku agar dapat menyeruak di air dengan lebih efisien, sementara wajah memanjang dan menajam seperti haluan kapal. Kaki belakang menebal menjadi piston; kuku merenggang dan memiliki selaput sehingga mirip kaki bebek raksasa dengan ujung berupa kuku kecil yang diwarisi dari leluhur binatang berkaki. Metode berenangnya pun semakin baik:?Ekor yang tebal dan kuat berkembang pada sebagian paus yang melesat maju dengan gerakan tubuh mengombak naik-turun dengan kuat. Tekanan seleksi alam untuk gaya gerak yang efisien tersebut lebih cocok bagi tulang punggung yang lebih panjang dan lentur. Hidung meluncur mundur dari moncong ke arah ubun-ubun kepala, menjadi lubang sembur. Seiring waktu, seiring dengan kemampuan paus menyelam lebih dalam, mata pun mulai berpindah dari atas ke sisi kepala agar dapat lebih baik melihat dalam air secara lateral. Telinga paus juga semakin peka terhadap suara di bawah air, dibantu oleh bantalan lemak yang mengalir di saluran di sepanjang rahang, guna mengumpulkan getaran bagai antena bawah air dan menyalurkannya ke telinga bagian tengah.

Meski sudah sesuai dengan air, paus berumur 45 juta tahun itu masih harus terseok-seok ke pantai dengan jari dan kaki berselaputnya, mencari air tawar untuk minum, untuk kawin, atau tempat yang aman untuk beranak. Namun dalam tempo beberapa juta tahun, paus tidak dapat berbalik lagi: Basilosaurus, Dorudon, dan kerabat-kerabatnya tak pernah menginjakkan kaki di darat, berenang dengan mantap di laut lepas dan bahkan menyeberangi Samudra Atlantik sampai ke pesisir yang kini menjadi Peru dan Amerika Serikat selatan. Tubuh satwa-satwa itu sudah sepenuhnya beradaptasi dengan gaya hidup di air, kaki depan memendek dan menjadi kaku sehingga menjadi sirip untuk meluncur, ekor melebar di ujungnya menjadi candit horizontal dan membentuk hidrofoil. Panggul terpisahkan dengan tulang belakang, sehingga ekor memiliki kisaran gerakan vertikal yang lebih luas. Namun, bagaikan jimat dari kehidupan darat yang sudah lama terlupakan, kaki belakangnya tetap ada, lengkap dengan lutut, telapak kaki, pergelangan kaki, dan jari yang semuanya mungil, yang tidak lagi berguna untuk berjalan tetapi mungkin bermanfaat untuk kawin.

Transisi terakhir dari Basilosaurus ke paus modern dimulai 34 juta tahun lalu, pada fase iklim dingin yang mendadak, yang mengakhiri kala Eosen. Penurunan suhu air di dekat kedua kutub bumi, pergeseran arus laut, dan pembalikan massa air laut yang kaya gizi di sepanjang pantai barat Afrika dan Eropa menarik paus ke dalam ceruk lingkungan yang benar-benar baru dan memacu adaptasi yang lain—otak besar, ekolokasi, lemak penyekat, dan pada beberapa spesies, tulang penyaring alih-alih gigi untuk meregangkan krill—yang ada pada cetacea zaman sekarang.

Terutama berkat Philip Gingerich, catatan fosil paus kini menyajikan salah satu peragaan evolusi Darwin yang paling menakjubkan, bukan menentangnya. Ironis, Gingerich sendiri tumbuh dalam lingkungan Kristen yang berprinsip tegas, dalam keluarga Mennonite Amish di Iowa timur. (Kakeknya petani dan pengkhotbah awam.) Namun, pada saat itu, ia tidak merasa bahwa agama dan sains bertentangan. 'Kakekku berpikiran terbuka tentang umur bumi,' katanya, 'dan tidak pernah menyebut-nyebut evolusi. Jangan lupa, orang-orang ini sangat rendah hati, hanya mengungkapkan pendapat tentang hal-hal yang mereka kuasai.'

Gingerich masih heran bahwa banyak orang masih merasa bahwa agama dan sains bertentangan. Pada malam terakhir saya di Wadi Hitan, kami berjalan agak jauh dari perkemahan di bawah kubah bintang yang cemerlang. 'Mungkin aku memang tidak pernah terlalu taat beragama,' katanya. 'Tetapi, aku menganggap pekerjaanku sangat spiritual. Bayangkanlah paus-paus itu berenang di sekitar ini, bagaimana mereka hidup dan mati, bagaimana dunia telah berubah—semua ini membuatku merasa menyentuh sesuatu yang jauh lebih besar dari diriku sendiri, komunitasku, atau keberadaanku sehari-hari.' Dia membentangkan kedua tangannya, menyertakan cakrawala yang gelap dan gurun pasir serta batu pasir yang terukir angin dan paus bisu yang tak terhitung jumlahnya. 'Di sini ada tempat untuk agama sebanyak yang kauinginkan.'


sumber: http://isi-bumi-kita.blogspot.com/2010/08/ternyata-gurun-pasir-di-mesir-dulunya.html#more

Ternyata Gurun Pasir di Mesir Dulunya Adalah Samudra!!

Read More

Gaya Pembalap Italia:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Gaya pembalap Malaysia:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Gaya pembalap Singapura:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Gaya pembalap Jerman:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Gaya pembalap Hongkong:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Gaya pembalap China:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Gaya pembalap Korea:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Gaya pembalap Indonesia:

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/

sumber: http://allabouttheworlds.blogspot.com/2010/08/gaya-pembalab-saat-menikung.html

Gaya Pembalap Saat Menikung

Read More

Saya yakin teman-teman semua pernah mendengar yang namanya epik Ramayana dan Mahabarata,dua epos terkenal dari India kuno yang juga sangat terkenal dilapisan masyarakat kita (khususnya wong jowo).

Epos Mahabarata mengisahkan konflik hebat keturunan Pandu dan Dritarasta dalam memperbutkan takhta kerajaan.Menurut sumber yang saya dapat,epos ini ditulis pada tahun 1500 SM,dan menurut perkiraan, perang tsb meletus sekitar 5000 tahun yang lalu.

Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini,diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!

Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya?Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir?



Masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa pra sejarah dan peradaban Sumeria dianggap peradaban tertua didunia.

Akan selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.

Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno,dan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju terhadap sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki zaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu.

Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan antara tahun 30000 SM hingga 15000 SM.

Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga Pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah.

Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 BC).

Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya �Seven Rishi City� yg salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).

Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh,lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat,asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala,dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.

Yang membuat orang tidak habis pikir , sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu?



Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India,para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai .

Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.

Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga telah dikacalisasi.

Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.

Dari berbagai sumber yang saya pelajari, secara umum dapat digambarkan berbagai macam teori dan penelitian mengenai subyek ini memberikan beberapa bahan kajian yang menarik. Antara lain adalah :

# Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30000-15000 BC).

# Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir.

# Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).

# Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato.

# Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi�s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo.

# Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.



# Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar.

# Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.

# Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari �wahana terbang� yang disebut �Vimana� yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini.

Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir dan Amerika Selatan.

Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir.

Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif hingga munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.

tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo,Republik Gabon.


Sumber :�http://ada-1.blogspot.com/2007/07/perang-nuklir-zaman-prasejarah.html | http://www.apakabardunia.com/post/uncategorized/dasyatnya-perang-nuklir-zaman-prasejarah

Dahsyatnya Perang Nuklir Zaman Pra Sejarah

Read More

Virus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu. (Jerry D. Gray, Dosa-dosa Media Amerika - Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat, Ufuk Press 2006 h. 192).

Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.



�Teori� Monyet Hijau

1.Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah �senjata etnis� yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.

2. �Pohon keturunan� filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui �supercomputer� di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah �melompati spesies�, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.

Catatan penting: Los Alamos kebetulan saja merupakan sentra pembuatan bom nuklir, hasil persekutuan mata-mata Cina, dan laboratorium tempat dilakukannya eksperimen rahasia radiasi manusia terhadap penduduk sipil yang tidak merasa curiga. Eksperimen ini telah dilakukan sejak tahun 1940-an hingga awal epidemik AIDS.

Eksperimen Hepatitis B Pra-AIDS kepada Pria Gay (1978-1981)

Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang �disponsori pemerintah AS� di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS. Para dokter senior masih bisa ingat bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis.

Kemungkinan besar HIV �masuk� ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.

Apakah jenis virus yang terkontaminasi dalam program vaksin ini yang menyebabkan AIDS? Bagaimana dengan program WHO di Afrika? Bukti kuat menunjukkan bahwa AIDS berkembang tak lama setelah program vaksin ini. AIDS merebak pertama kali di kalangan gay New York City pada tahun 1979, beberapa bulan setelah eksperimen dimulai di Manhattan. Ada fakta yang cukup mengejutkan dan secara statistik sangat signifikan, bahwa 20% pria gay yang menjadi sukarelawan eksperimen hepatitis B di New York diketahui mengidap HIV positif pada tahun 1980 (setahun sebelum AIDS menjadi penyakit �resmi�). Ini menunjukkan bahwa pria Manhattan memiliki kejadian HIV tertinggi dibandingkan tempat lainnya di dunia, termasuk Afrika, yang dianggap sebagai tempat kelahiran HIV dan AIDS. Fakta lain yang juga menghebohkan adalah bahwa kasus AIDS di Afrika yang dapat dibuktikan baru muncul setelah tahun 1982. Sejumlah peneliti yakin bahwa eksperimen vaksin inilah yang berfungsi sebagai saluran tempat �berjangkitnya� HIV ke populasi gay di Amerika. Namun hingga sekarang para ilmuwan AIDS mengecilkan koneksi apapun antara AIDS dengan vaksin tersebut.

Umum diketahui bahwa di Afrika, AIDS berjangkit pada orang heteroseksual, sementara di Amerika Serikat AIDS hanya berjangkit pada kalangan pria gay. Meskipun pada awalnya diberitahukan kepada publik bahwa �tak seorang pun kebal AIDS�, faktanya hingga sekarang ini (20 tahun setelah kasus pertama AIDS), 80% kasus AIDS baru di Amerika Serikat berjangkit pada pria gay, pecandu narkotika, dan pasangan seksual mereka. Mengapa demikian? Tentunya HIV tidak mendiskriminasi preferensi seksual atau ras tertentu. Apakah benar demikian?

Keserupaan dengan FLU Burung

Di pertengahan tahun 1990-an, para ahli biologi berhasil mengidentifikasi setidaknya 8 subtipe (strain) HIV yang menginfeksi berbagai orang di seluruh dunia. Telah terbukti, strain B adalah strain pra dominan yang menginfeksi gay di AS. Strain HIV ini lebih cenderung menginfeksi jaringan rektum, itu sebabnya para gay yang cenderung menderita AIDS dibandingkan non-gay

Sebaliknya, Strain HIV yang umum dijumpai di Afrika cenderung menginfeksi vagina dan sel serviks (leher rahim), sebagaimana kulup penis pria. Itu sebabnya, di Afrika, HIV cenderung berjangkit pada kalangan heteroseksual.



Para pakar AIDS telah memeberitahukan bahawa AIDS Amerika berasal dari Afrika, padahal Strain HIV yang umum dijumpai di kalangan pria gay nyaris tak pernah terlihat di Afrika! Bagaimana bisa demikian? Apakah sebagian Strain HIV direkayasa agar mudah beradaptasi ke sel yang cenderung menginfeksi kelamin gay?

Telah diketahui, pria ilmuwan SCVP (Special Virus Cancer Program) mampu mengadaptasi retrovirus tertentu agar menginfeksi jenis sel tertentu. Tak kurang sejak tahun 1970, para ilmuwan perang biologis telah belajar mendesain agen-agen (khususnya virus) tertentu yang bisa menginfeksi dan menyerang sel kelompok rasial �tertentu�. Setidaknya tahun 1997, Stephen O�Brien dan Michael Dean dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di National Cancer Institute menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang kulit putih memiliki gen resisten-AIDS, sementara orang kulit hitam Afrika tidak memiliki gen semacam itu sama sekali. Kelihatannya, AIDS semakin merupakan �virus buatan manusia yang menyerang ras tertentu� dibandingkan peristiwa alamiah.

Berkat bantuan media Amerika, virus ini menyebar ke jutaan orang tertentu di seluruh dunia sebelum segelintir orang mulai waspada akan kejahatan di balik penciptaan virus ini. Di tahun 1981, pejabat kesehatan memastikan �masyarakat umum� bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. �AIDS adalah penyakit gay� adalah jargon yang sering dikumandangkan media.

Setidaknya tahun 1987, Robert Gallo memberitahu reporter Playboy, David Black, �Saya pribadi belum pernah menemukan satu kasus pun (di Amerika) dimana pria terkena virus (AIDS) dari seorang wanita melalui hubungan intim heteroseksual .� Gallo melanjutkan, �AIDS tak akan menjadi bahaya yang tak bisa teratasi bagi masyarakat umum.� Apakah ini sekedar spekulasi ataukah Gallo mengetahui sesuatu yang tidak ia ceritakan?

Sumber :�http://csyogaswara.wordpress.com/2008/12/15/asal-muasal-aids-aneh/ | http://www.apakabardunia.com/post/uncategorized/mengungkap-%E2%80%9Crahasia-sebenarnya-asal-usul-aids%E2%80%9D

Rahasia Sebenarnya Asal-usul AIDS

Read More

Saat saya sedang iseng-iseng buka-buka blog. Saya nyasar ke Blog INDONBODOH (milik orang Malaysia). Saya sangat tersinggung dengan apa isi blog tersebut. Hinaan tentang Negara Indonesia. Bukankah seharusnya kita akur? Tak usah mengejek negara lain. Selain itu blog tersebut sangat membangga-banggakan Malaysia. Untuk lebih jelasnya buka saja http://indonbodoh.blogspot.com/




Gambar di atas adalah salah satu isi dari blog tersebut

Gimana Gan..?

-I N D O N B O D O H-

Read More

Minggu, 29 Agustus 2010

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
kita hidup di bumi yang ekstrem dan penuh dengan fenomena serta keanehan.bumi adalah planet yang liar, yang penuh dengan gunung berapi dan gempa bumi mematikan, serta terdapat berbagai bencana alam lainnya. Tapi apakah anda tahu yang mana yang lebih buruk??Beberapa lembah di bumi terdapat di dsar laut.Gunung2x menjulang tinggi di langit. dapatkah anda menyebutkan tempat terendah di bumi?puncak tertinggi? Tahukah anda berapa jauh jarak ke perut bumi dan ada apa saja di sana??Dimanakah tempat terpanas,terdingin,tergersang dan paling berangin di bumi ini??Beberapa paparan mengenai bumi kita yang ekstrem dan beberapa fakta mengagumkan lainnya disajikan dalam format Tanya dan Jawab.sumber dari paparan ini adalah dari US Geological Survey dan National Oceanic and Atmospheric Administration degan beberapa laporan dari SPACE.com.

1.Dimanakah tempat terpanas di bumi??�

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
mungkin anda akan menebak Death Valley di California. mungkin benar untuk beberapa waktu yang lalu.Tapi El Azizia di Libya tercatat mencapai suhu 136 derajat farenheit (57,8 derajat celcius)pada 13 september 1922. suhu terpanas yang pernah diukur.di Death Valley suhunya tercatat 134 derajat fahrenheit pada 10 juli 1913.

2.Dimanakah tempat terdingin di bumi??

Photobucket
temperatur terendah yang pernah diukur di bumi adalah -129 derajat fahrenheit (-89 derajat celcius) di VOSTOK Antartica pada 21 Juli 1983.

3.apa yang menyebabkan Guntur/Geledek?

Photobucket
Udara di sekitar petir/kilat sangat panas sekitar 5 kali temperatur matahari.peningkatan panas secara tiba tiba ini menyebabkan udara mengembang lebih cepat dari kecepatan suara, yang menekan udara sehingga membentuk shockwave/gelombang kejut;kita mendengarnya sebagai Geledek.

4.Dapatkah batuan mengambang/mengapung??

Photobucket
Pada Ledakan vulkanik, pemisahan gas dari lava menciptakan batuan yang disebut pumice, yang berisi gelembung gas.Beberapa dari pumice bisa mengambang

5.Dapatkah Batuan bertumbuh ?

Photobucket
ya..tetapi melihatnya tumbuh tidak lebih menarik dari melihat cat mengering. Batuan yang disebut kerak Iron-manganese bertumbuh di gunung2x bawah laut.kerak tersebut mngendapkan material dari air laut secara perlahan, tumbuh sekitar 1 millimeter setiap 1000th. Kuku pada jari anda tumbuh dengan ukuran yang sama setiap dua minggu.

6.Berapa banyak debu luar angkasa yang jatuh ke bumi seiap tahun??

Photobucket
diestimasikan bervariasi, tapi USGS mengatakan paling sedikit 1000 juta gram, atau kurang lebih 1000 ton material luar angkasa memasuki atmosfir bumi setiap tahun dan menuju ke permukaan bumi. Satu grup ilmuan mengklaim microba yang menyebabkan epidemik flu juga berasal dari material asingdari ruang angkasa.belum ada bukti mngenai teori ini.

7.Seberapa jauh debu biasa tertiup oleh angin??

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
penelitian pada 1999 menunjukan bahwa debu dari africa dapat mencapai florida AS. debu ini telah tertiup oleh angin dari africa utara dan terbawa setinggi 20.000feet ( 6.100 m).dimana debu ini terperangkap di trade winds dan terbawa sepanjang lautan.Debu dari cina juga dapat mencapaiAmerika utara.

8.Dimana Air terjun Tertinggi di dunia??

Photobucket
Air Terjun Angel Falls di Venezuela. dengan tinggi mencapai 3.212 feet (979 meter).

9.Kota terbesar apa di AS yang ditakdirkan "menyatu"??

Photobucket
Photobucket
Patahan San Andreas yang membentang dari utara-Selatan, bergeser 2 inchi (5 cm) per tahun, menyebabkan Los Angeles bergerak menuju San Fransisco. Para Ilmuan meramalkan LA akan menjadi bagian dari San Fransisco dalam 15 juta tahun lagi.

10.Apakah Bumi Bulat??

Photobucket
karena planet berputar dan lebih fleksibel dari yang kita bayangkan,planet membengkak di bagian tengah, menciptakan bentuk seperti labu (lonjong).pembengkakan ini berlangsung selama berabad-abad tetapi sekarang, tiba2x pembengkakan itu terus tumbuh.Penelitian baru-baru ini menunjukan mencairnya glacier es di bumi yang lebih cepat dipercaya menjadi penyebab "pembengkakan equatorial" ini.

11.Berapa berat manusia 100 pounds di mars??

Photobucket
Gravitasi di mars adalah 38% dari gravitasi di dasar laut di bumi.jadi manusia berbobot 100 pounds di bumi menjadi 38 pounds di Mars.berdasarkan perhitungan NASA. tetapi akan butuh beberapa dekade lagi untuk membuktikan asumsi ini.

12.Berapa lama 1 tahun Mars??

Photobucket
Planet merah ini membutuhkan waktu 687 hari bumi untuk mengitari matahari sementara bumi membutuhkan 365 hari. Calendar di Mars sekitar 670 hari dengan beberapa hari dilompat untuk menyamakannya. dan akan lebih menariklagi bagaimana meraka menetukan perhitungan bulan di mars,mnegingat mars memiliki 2 bulan sbg satelit mrk.

13.Berapa lama rata2 1 hari di Mars

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/
Ornga Mars dapat tidur/bekerja setengah jam lebih banyak dari anda.1 Hari di mars adalah 24 jam 37 menit, sementara di bumi 23 jam 56 menit. Satu hari di planet nanapun di tata surya kita ditentukan dari berapa lama bumi/planet berputar sekali pada porosnya, membuat matahari terbit di pagi hari dan tenggelam di sore hari.

14.gunung berapi apa yang terbesar di bumi??

Photobucket
Gunung Mauna Loa di Hawaii menyandang gelar itu di bumi.berdiri dangan ketinggian lebih dari 50.000 kaki (9.5 miles atau 15,2 kilometer) dari dasarnya, yang berada di dasar lautan.Tetapi record itu berubah.Gunung Olympus di Planet Mars menjulang 16 miles (26 kilometer) di atas langit Mars dan dasarnya hampir seluas negara bagian Arizona.

15.Dimanakah gempa bumi paling mematikan di bumi??

Photobucket
Photobucket
gempa paling mematikan yang tercatat terjadi pada tahun 1557 di china bag tengah. gempa ini menyerang daerah dimana sebagian besar orang hidup di gua2x yang dipahat dari batuan yang lunak.pemukiman itu runtuh,diperkirakan membunuh sekitar 830.000 orang. di tahun 1976 gempa mematikan lainnya melanda Tangshan, China.lebih dari 250.000 orang terbunuh.

16.Gempa apakah yang terkuat di bumi??

Photobucket
Photobucket
gempa bumi di chili tahun 1960, yang terjadi di lepas pantai, memiliki daya 9.6 skala richter dan mnyebabkan patahan sepanjang lebih dari 1.600 km.

18.Berapa jauh ke dalam perut bumi??

Photobucket
jarak dari permukaan bumi ke dalam perut bumi(pusat bumi) sekitar 3.963 miles ( 6.378 kilometer). kebanyakan dari bumi adalah cairan.kebanyakan bagian keras bumi hanya setebal 41 miles (66 kilometer)-atau berbicara relatif lebih tipis dari kulit apel.

19. Apa gunung tertinggi di bumi??

Photobucket
Gunung tertinggi di bumi adalah Mount Everest di bagian Nepal-Tibet pegunungan Himalaya mencapai tinggi sekitar 29.035 feet ( hapir 9 kilometer) di atas permukaan laut. Tingginya kemudian direvisi lebih tinggi 7 feet berdasarkan pengukuran melalui GPS satelit pada tahun 1999.

20.Apakah Bulan selalu begitu dekatnya??

Photobucket
beberapa juta tahun yang lalu bulan lebih dekat dengan bumi.Bulan ada pada orbit terdekatnya. membutuhkan hanya 20hari untuk berputar mengelilingi kita menandai satu bulan calendar.Satu hari di bumi pada saat itu hanya 18 jam lamanya.Bulan masih bergerak menjauh sekitar 1,6 inci (4 cm) per tahun.Sementara rotasi bumi semakin pelan, memperpanjang hari kita. di masa depan 1 hari 960 jam lamanya.

21.Dimanakah titik daratan terendah di bumi??

Photobucket
Pantai Laut Mati di Timur tengah sekitar 1300 feet atau 400 meter di bawah permukaan laut.yang kedua Bad Water di Death Valley, California hanya 282 feet di bawah permukaan laut.

22.Sungai Apakah yang terpanjang di bumi??

Photobucket
Sungai Nil di Africa membentang 4.160 miles atau 6.695 kilometer.

23.Tempat apakah yang ter gersang di bumi??

Photobucket
sebuah tempat bernama Arica di Chile, hanya memiliki curah hujan sebesar 0.76 milimeter per tahun. dengan tingkat seperti itu akan membutuhkan 1 abad untuk mengisi 1 cangkir kopi

24.Apa yang menyebabkan Tanah Longsor?

Photobucket
hujan yang terus menerus dalam waktu singkat menyebabkan pendangkalan.lumpur dan reruntuhan mengalir.Secara perlahan,hujan yangterus menerus pada periode yang lama akan menyebabkan longsor yang dalam dan bergerak lambat.material berbeda akan berperilaku berbeda pula.Setiap tahun di amerika terjadi gempa yang menyebabkan kerugian $2milyar di AS.Dalam badai besar di wilayah San Fransisco pada Januari 1982 sekitar 18.000 reruntuhan mengalir dalam 1 malam.kerugian diperkirakan $66 juta dan 25 orang meinggal.

25.Apakah benda di perut bumi kita bergerak??

Photobucket
ya...bahkan pada tahun 1999 para ilmuan menemukan bahwa material cair di dalam dan di sekeliling perut bumi bergerak. pergerakan dinamik tersebut sama seperti tornado.dan planet kita bergerak dengan cara yang aneh.

26.Apakah Lembah Terbesar di bumi ?

Photobucket
Grand Canyon adalah lembah terbesar di bumi.Panjang cabang utamanya 277 mil (446 km).Tapi mari kita bandingkan.Valles Marinesis di Mars tersebar mencapai sekitar 3000 mil (4.800 km). Jika ditambahkan pada peta AS, maka akan membentang dari New York Ke kota Los Angeles. Di Mars celah dari lembah ini mencapai kedalaman 8 kilometer.

27.Berapa banyak gunung berapa di bumi yang telah meletus selama sejarah??

Photobucket
terdapat 540 gunung berapi di darat yang diketahui.tidak ada yang mengetahui berapa banyak gunung berapi bawah laut yang meletus dalamsejarah

28.Apakah sebagian besar udara adalah oksigen??

Photobucket
Atmosfir Bumi sebenarnya 80 persen nitrogen. kebanyakan sisanya oksigen dengan beberapa bgian kecil material lain di dalam nya.

29.Berapa persenkah Air di Bumi berada di lautan?

Photobucket
Sekitar 97 %. Lautan menutupi hampir 2/3 dari permukaan bumi.yang artinya jika asteroid menabrak bumi kita kemungkinan terbesarnya adalah menghantam lautan.

30.Bagian Bumi manakah yang memiliki Persediaan air tawar terbesar?

antartika
Photobucket
greenland
Photobucket
Hampir 70% Persediaan air tawar di bumi tersimpan di lempengan es Antartica dan Greenland. Sisa dari persediaan air tawar tersebut terdapat di atmosfir, sungai, danau air bawah tanah yang hanya 1% dari persediaan air di bumi.

31.Berapa banyak daratan yang terdapat di bumi??

Photobucket
ada sekitar 196.950.711 mil persegi atau sekitar 510.100.000 km persegi.

32. Danau apakah yang terbesar di bumi??

Photobucket
berdasarkan ukuran dan volumenya adalah Laut Caspian, terletak diantara Eropa Timur dan Asia Barat.

33.Seberapa Panaskah di dalam bumi kita??

Photobucket
Temperatur bumi meningkat 36 derajat farenheit (20 derajat celcius) setiap kilometernya (0.62 MIL) kita turun ke dasar bumi kita. mendekati perut bumi,tmperatur diperkirakan paling sedikit mencapai 7000 derajat fartenheit (3.870 derajat celcius).

34.Negara mana saja yang memiliki jumlah Gunung berapi paing aktif di bumi?

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Negara tersebut adalah Indonesia, Jepang dan Amerika serikat diurut berdasarkan aktivitas vulkaniknya.

35.Berapa banyak orang yang terbunuh oleh letusan gunung berapi selama 500 tahun ini?

Photobucket
sekitar 300.000 antara 1980 s/d 1990,aktivitas volcanic membunuh paling sedikit 26.000 orang.

Sumber :�http://dhitzgoth.blogspot.com/2008/09/fakta-mengagumkan-mengenai-bumi-kita.html | http://www.apakabardunia.com/post/uncategorized/fakta-mengagumkan-mengenai-bumi-kita

35 Fakta Mengagumkan Mengenai Bumi Kita

Read More

Copyright © 2014 Bukan Isapan Jempol | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top