Sabtu, 12 Juni 2010

Materi Gelap

Materi gelap adalah materi yang tidak dapat dideteksi dari radiasi yang dipancarkan atau penyerapan radiasi yang datang ke materi tersebut, tetapi kehadirannya dapat dibuktikan dari efek gravitasi materi-materi yang tampak seperti bintang dan galaksi. Perkiraan tentang banyaknya materi di dalam alam semesta berdasarkan efek gravitasi selalu menunjukkan bahwa sebenarnya ada jauh lebih banyak materi daripada materi yang dapat diamati secara langsung. Terlebih lagi, adanya materi gelap dapat menyelesaikan banyak ketidakkonsistenan dalam teori dentuman dahsyat.

Analoginya seperti ini, misalnya disuatu ruang pesta yang sangat gelap gulita terdapat beberapa pasangan dansa pria-wanita. si pria menggunakan pakaian hitam legam sedangkan wanitanya menggunakan pakaian putih terang benderang. saat mereka berdansa di ruangan itu, kita sama sekali tidak bisa melihat si pria lalu bagaimana kita tahu kalo di sana ada pria berpakaian gelap? saat pasangan berdansa maka wanita akan bergerak seiiring gerakan pria dan berputar-putar sepertihalnya orang berdansa. dari gerakkan wanita (yang terlihat jelas) inilah kita tahu bahwa dia memiliki pasangan yang "tidak terlihat".

Sebagian besar massa di alam semesta dipercaya berada dalam bentuk ini. Menentukan sifat dari materi gelap juga dikenal sebagai masalah materi gelap atau masalah hilangnya massa, dan merupakan salah satu masalah penting dalam kosmologi modern.
Pertanyaan tentang adanya materi gelap mungkin tampak tidak relevan dengan keberadaan kita di bumi. Akan tetapi, ada atau tidaknya materi gelap ini dapat menentukan takdir terakhir dari alam semesta. Kita mengetahui bahwa sekarang alam semesta mengalami pengembangan karena cahaya dari benda langit yang jauh menunjukkan adanya pergeseran merah. Banyaknya materi biasa yang terlihat di alam semesta tidaklah cukup untuk membuat gravitasi menghentikan pengembangan, dan dengan demikian pengembangan akan berlanjut selamanya tanpa adanya materi gelap. Pada prinsipnya, jumlah materi gelap yang cukup di alam semesta dapat menyebabkan pengembangan alam semesta berhenti, atau kebalikannya (yang akhirnya membawa kita pada Big Crunch). Pada prakteknya, sekarang banyak anggapan bahwa gerakan-gerakan alam semesta didominasi oleh komponen lainnya, energi gelap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan cuma jadi pembaca, utarakan pendapatmu!